IMKA UMA Membagikan Stiker Kebersamaan diseputaran Kampus
Sipayo.com - Mahasiswa Karo Universitas Medan Area (UMA) yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA Arih Ersada UMA) mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan terkait berbagai kejadian kekinian yang sedang melanda bangsa.

Dalam Kesempatan ini, menjelang Malam Keakraban Imka Arih Ersada UMA  membagi-bagikan Stiker Kebersamaan di Kampus dan sejumlah tempat Kota Medan , Kamis (1/12/2016) kemarin.

"Sebagai manusia kita harus tetap menjalin kebersamaan, sebab pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Dengan saling mengingatkan, perbedaan yang ada mari kita jadikan menjadi kebersamaan dan melalui pembagian stiker ini orang akan membaca dan paham akan arti kebersamaan didalam perbedaan." Ujar Ketua Panitia Malam Keakraban, Jaya Prana Pinem.

Meilisa Br Tarigan selaku Ketua IMKA Arih ersada Uma menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari acara malam keakraban yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari acara malam keakraban yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Sibolangit, 4 Desember 2016 mendatang dengan tujuan untuk meningkatkan kebersamaan diantara keanekaragaman karakter antar sesama  mahasiswa Karo dan lalu dibagi-bagikan kelingkungan kampus Universitas Medan Area dan Kota Medan," ujarnya.

Meilisa menambahkan, sekitar 5000 lembar stiker yang dibagikan didalam dan di luar lingkungan Kampus diharapkan dapat berguna bagi masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keanekaragaam suku , agama dan, ras di Kota Medan.

Program kegiatan bagi bagi stiker kebersamaan ini turut mendapat respon  yang sangat baik dari Pihak Kampus Universitas Medan Area. "Terima kasih kepada Ikatan Mahasiswa  Karo yang telah membuat kegiatan seperti ini ini. Ini sangat baik, apalagi ditujukan kepada Mahasiswa dan Masyarakat yang ada di Kota Medan, “ ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMA, Ir Zulheri Noer MP disela Penerimaan Stiker Kebersamaan yang diberikan Oleh Ketua Panitia.

Zulheri juga berharap, kedepan agar kegiatan-kegiatan positif sering dilakukan sehingga IMKA Arih Ersada yang merupakan Unit kegiatan Mahasiswa berbasis Kedaerahan menjadi pelopor kebersamaan bagi mahasiswa lainnya. (Denhas Maha)

IMKA AMIK MBP Saat Mengikuti Malam Keakraban di Sibolangit
Sipayo.com - Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) AMIK MBP menggelar malam keakraban (makrab) bertempat di Bumi Perkemahan Sibolangit, mulai Sabtu, 3 hingga 4 Desember 2016. Kegiatan yang dihadiri sekitar 130 anggota IMKA AMIK MBP ini bertujuan untuk mempererat keakraban antar anggota.

"Kegiatan ini ditujukan untuk menjalin keakraban antar anggota IMKA AMIK MBP, baik antar sesama anggota yang telah lama bergabung, serta terhadap anggota yang baru bergabung," ujar Koordinator kegiatan Rusmadi Ginting kepada Sipayo.com.

Menurut Rusmadi, pada tahun 2016 ada sekitar 100 orang lebih mahasiswa baru di AMIK MBP yang telah mendaftar menjadi anggota IMKA. "Ini merupakan potensi besar bagi kemajuan IMKA apabila dikelola secara baik, salah satu upaya yang kami lakukan adalah tetap mengupayakan agar antar anggota yang cukup besar ini dapat tetap terjalin kekaraban dan solidaritas," ujarnya.

Rusmadi turut berharap agar kuantitas dan kualitas dapat seiring sejalan dalam perjalan IMKA AMIK MBP dalam membangun karakter anggotanya dalam rangka mamajukan Taneh Karo Simalem dan Sumatera Utara.

"Kita berharap semoga jumlah anggota yang semakin banyak turut sejalan dengan kualitas keberadaan IMKA AMIK MBP dalam rangka memberikan manfaat bagi masyarakat Karo dan Sumatera Utara. Intinya agar seluruh anggota senantiasa tetap kompak dalam menjalankan semua program yang sudah ditentukan." harap Rusmadi.

Sebagaimana diketahui, dalam malam keakraban turut diselenggarakan Pelantikan BPH IMKA AMIK MBP periode 2016/2017, yakni Efta Andelta Sembiring (Ketua), Aulia Pranata Sembiring (Wakil Ketua), Vinni Alvionitasari Br Sembiring (Sekretaris), Anjelika Br Karo (Wakil Sekretaris), dan Saranika Br Ginting (Benderhara). Selebihnya dalam kegiatan ini juga turut diselenggarakan Seminar Budaya Karo, Game, dan penyalaan api unggun.


Panitia Malam Apresiasi Kepada Seniman Karo audiensi dengan Mantan PJ Walikota Medan Randiman Tarigan
Sipayo.com - Acara 'Malam Penganugerahan Apresiasi Kepada Seniman Karo' akan digelar, Jumat (18/11/2016) mendatang di Balai Zeqita Jl. Djamin Ginting no. 33 Medan.

Puluhan seniman Karo dipastikan akan hadir dalam even yang pertama kalinya digelar tersebut, mulai dari seniman lawas hingga seniman pendatang baru.

Yayasan Apresiasi Seni Karo sebagai penyelenggara menyebutkan sejumlah alasan dilaksakannya kegiatan ini, salah satunya adalah mengingat seni merupakan bentuk kongkrit dari sebuah keindahan yang dapat mempresentasikan kebahagiaan sekaligus kesedihan.

Selain itu, sebagaimana disebutkan Ketua Panitia Maidarto Ginting yang juga dikenal dengan julukan Darto Keling, ada pameo bahwa orang muda adalah agen perubahan, sementara seniman adalah agen dari peradapan.

"Apresiasi patut kita berikan kepada para seniman, khususnya seniman Karo, sebab seniman ini adalah garis depan dari sebuah perbaikan peradapan sebuah bangsa," ujarnya.

Lebih lanjut Darto mengatakan bahwa sangat penting dan perlu sekali memberikan apresiasi kepada agen dari peradapan (seniman) tersebut.

"Untuk itu mari hadirlah bersama-sama dalam Malam Penganugerahan Apresiasi Seniman Karo, sebab ini merupakan sebuah titik balik akan sebuah kebaikan kita bersama yang digagas oleh Yayasan Apresiasi Seniman Karo," terang Darto.

Sebagaimana diketahui, Malam Penganugerahan Apresiasi Seniman Karo akan diselenggarakan pada 18 November 2016 bertempat di Balai Zeqita, Medan. Kegiatan ini akan dimulai pada pukul 19.00 WIB.

IMKA AMIK MBP Aksi Bersih di Gunung Sibayak
Sipayo.com - Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) AMIK MBP Medan menggelar kegiatan aksi bersih di Gunung Sibayak, Minggu (13/11/2016). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memberi percontohan kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan di lokasi Gunung Sibayak.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan contoh yang baik kepada pengunjung Gunung Sibayak agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari kecintaan kita terhadap alam," ujar Koordinator Kegiatan, Rusmadi Ginting kepada Sipayo.com.

Lebih lanjut Rusmadi menyebutkan, belasan orang anggota IMKA AMIK MBP turut mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Rusmadi juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.

"Selain diikuti oleh belasan anggota IMKA AMIK MBP, kegiatan ini secara spontan turut diikuti oleh beberapa orang pendaki lain. Harapan kita, semoga kegiatan  serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Mudah-mudahan dengan cara tersebut, kedepannya keberadaan Gunung Sibayak dapat terbebas dari keberadaan sampah," harap Rusmadi.

Panitia Malam Apresiasi Kepada Seniman Karo (Facebook)

Sipayo.com - Mengingat seni merupakan bentuk kongkrit dari sebuah keindahan yang dapat mempresentasikan kebahagian sekaligus kesedihan, maka keberadaan seni tersebut juga tentu haruslah diapresiasi oleh kalangan penikmatnya.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Yayasan Apresiasi Seni Karo akan mempersembahkan sebuah acara yang diberi nama 'Acara Malam Penganugerahan Apresiasi Seniman Karo', yang untuk pertama kalinya digelar. (Baca: Malam Apresiasi kepada Seniman Karo Segera Digelar)

Mengingat kegiatan ini baru pertama kalinya dilakukan, maka panitia terlebih dahulu akan memberikan penghargaan yang masih terbatas kepada seniman musik saja.

"Memang ada harapan dari kami Yayasan Apresiasi Seni Karo, agar nantinya kegiatan ini bisa dilanjutkan kepada seni-seni Karo lain pada acara penganugerahan selanjutnya," ujar Ketua Panitia Maidarto Ginting S.Pd didamping CEO Lalume Indonesia Hendra Gunawan Kaban yang turut mendukung sepenuhnya kegiatan ini, Rabu (9/11/2016).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Maidarto Ginting yang juga dikenal dengan julukan Darto Keling tersebut turut mengundang khalayak, terkhusus kepada insan penikmat, pelaku, pemerhati seni musik Karo untuk dapat bersama-sama hadir dalam acara "Malam Penganugrahan Apresiasi Seniman Karo".

"Acara Malam Apresiasi akan diselenggarakan pada 18 November 2016 mulai pukul 19.00 WIB, bertempat di Balai Zeqita Jl. Djamin Ginting no. 33 Medan. Kami harapkan kehadiran seluruh khalayak, terkhusus kepada insan penikmat, pelaku, dan juga pemerhati musik Karo agar dapat secara bersama-sama hadir dalam kegiatan ini," ujarnya.

Pengurus APRI Sumut saat beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan
Oleh: Reno Silalahi, ST

Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia atau disingkat APRI adalah organisasi bagi penambang rakyat seluruh Indonesia serta wadah untuk memperjuangkan aspirasi penambang rakyat Indonesia agar mendapatkan pengakuan dan persamaan hak dengan mata pencaharian lain seperti petani, nelayan, pedagang, dlsb. 

APRI dalam kiprahnya akan melakukan berbagai daya upaya sesuai dengan kapasitasnya dalam memperjuangkan penambang rakyat Indonesia agar semakin mandiri, berdaulat dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Di wilayah Sumatera Utara, melalui DPW APRI Sumut, APRI telah melaporkan keberadaannya di Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara Nomor : 220-1361/­BKB.POL-PM. Selain itu, DPW APRI Sumut juga sudah membentuk lebih dari 20 DPC APRI di Sumatera Utara yang akan membantu para penambang rakyat secara keseluruhan disetiap Kabupaten/Kota.

Pertambangan Rakyat di Sumatera Utara merupakan kegiatan yang tidak bisa terelakan, dan tidak bisa dipandang sebelah mata begitu saja oleh pemerintah. Besarnya kebutuhan akan bahan baku untuk pembangunan gedung perkantoran, perumahan, jalan dan infrastruktur lainnya, tingginya permintaan bahan baku dari berbagai industri serta banyaknya jumlah masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan hidup menjadi perhatian kita bersama. Solusi yang terbaik diharapkan agar semua itu bisa berjalan dengan baik.

Pertambangan Informal atau lebih sering dikenal masyarakat sebagai pertambangan illegal adalah kegiatan penambangan atau penggalian yang dilakukan oleh masyarakat atau perusahaan tanpa memiliki izin dan tidak menggunakan prinsip-prinsip penambangan yang baik dan benar (good mining practice).

Pertambangan informal ini pada umumnya dilakukan oleh masyarakat dengan peralatan yang sederhana, tidak berizin, tidak berwawasan lingkungan dan keselamatan serta melibatkan pemodal dan pedagang, bahkan pada kasus tertentu, pertambangan informal ini juga dilakukan oleh perusahaan. Pelaku Pertambangan Informal umumnya adalah Masyarakat pendatang dan masyarakat lokal yang berperan sebagai penambang, pemodal dan/atau pedagang (melibatkan oknum aparat dan oknum pemerintah) dan Perusahaan yang memiliki izin dan yang tidak memiliki izin, menambang tanpa izin atau diluar wilayah izin yang dimilikinya.

Adapun lokasi Pertambangan Informal yang berada Dalam Wilayah Konsesi Perusahaan, kerap menimbulkan konflik dengan perusahaan, rendahnya faktor keselamatan penambang, dan pencemaran, Dalam Wilayah Hutan dan Hutan Lindung, hal ini menimbulkan konflik dengan pemda/kehutanan dan pencemaran lingkungan, dan yang terakhir berada di luar wilayah konsesi perusahaan, tanah adat, di tanah milik rakyat sendiri. Dan banyak aspek yang bisa menimbulkan terjadinya kegiatan penambangan informal tersebut diantaranya Aspek Kebijakan, Aspek Modalitas, Aspek Kelembagaan, Aspek Teknologi/­Lingkungan.

Dari semua penyebab dan permasalahan yang timbul serta buruknya pandangan masyarakat dan pemerintah terhadap kegiatan pertambangan rakyat tersebut maka kami dari Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) hadir untuk memberikan solusi dan jalan terbaik agar semua kepentingan yang terkait bisa diakomodir sehingga tidak adanya berbagai benturan yang merugikan di lapangan.

Kami khususnya dari DPW APRI Sumut dengan berbagai cara sudah melakukan banyak hal untuk bisa mencapai tujuan tambang rakyat yang baik, dan hal itu dilakukan dengan peninjauan langsung ke berbagai lapangan di Sumut dan juga berdiskusi dengan pemerintah. Banyak permasalahan yang timbul dan banyak juga solusi yang kami tawarkan, baik itu oleh para penambang ataupun dari pemerintah.

Dalam hal ini, APRI Sumut siap menawarkan dan memberikan solusi dari berbagai aspek diantaranya:
1. Aspek Kebijakan (Mengakomodir masyarakat secara logis oleh UU no 4 Tahun 2009, PP (22/10, 23/10) dengan menetapkan dan memberikan Wilayah Pertambangan Rakyat serta memberikan izin/­formalisasi tambang rakyat. Melakukan sosialisasi,pembinaan dan pengawasan sehingga tidak terjadi keributan dan pembiaran di lokasi tambang).

2. Aspek Modalitas (Memberikan modal kerja kepada para penambang dari Bank Nasional ataupun Daerah, Memberikan pelatihan-pelatihan terkait dengan kegiatan pertambangan, Memberikan pembinaan dan rasa optimis untuk kemajuan ekonomi rakyat).

3. Aspek Kelembagaan (APRI siap menjadi payung hukum masyarakat penambang dan akan yang membina, mengawasi dan memberikan perlindungan dari oknum-oknum yang merugikan masyarakat, membentuk koperasi dan mewajibkan masyarakat tambang masuk kedalamnya agar ekonomi dan kebutuhan lainnya bisa diakomodir, Membentuk kelompok-kelompok tambang/kerja sehingga bisa menjadi kesatuan dan bisa lebih dibina dan diawasi).

4. Aspek Teknologi/­Lingkungan (Melakukan Alih teknologi yang tepat guna sehingga kesehatan dan keselamatan kerja bisa menjadi proiritas utama).
Dari tawaran dan solusi yang kami berikan, APRI Sumut berharap agar Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Sumatera Utara dapat mengakomodir dan memberikan bantuan yang maksimal, salah satunya menerbitkan perda sesuai dengan yang diamanatkan UU no 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (pasal 20 - pasal 26) kepada kami agar kedaulatan tambang rakyat bisa menjadi ujung tombak ekonomi kerakyatan yang sudah diprogramkan oleh Pemerintah Pusat dan bisa menjadi sumber pendapatan daerah.

APRI Sumut juga turut mengajak seluruh saudara-saudara penambang rakyat di daerah ini agar bergabung dengan APRI, dan mari kita sama-sama berjuang untuk mencapai tujuan bersama, kerja aman, kerja nyaman, kerja sehat, dan berkesinambungan.

Melalui APRI, kita buktikan bahwa penambang rakyat juga dapat bekerja memberikan pendapatan daerah kepada pemerintah. Dan yang masih meragukan dan yang masih belum merasakan keberadaan APRI di Sumut khususnya, kami berharap agar semua penambang rakyat turut ikut bersama-sama menjaga kesehatan, keselamatan kerja, meminimalisir kerusakan lingkungan.

Segera kami akan hadir ketengah-tengah rakyat penambang untuk memberikan pengawasan dan pembinaan secara keseluruhan. APRI adalah wadah tempat mengakomodir segala permasalahan saudara-saudaraku. 

Mari bersama-sama berjuang dengan kami, atau terus duduk manis tanpa adanya kenyamanan dan keamanan bekerja?

* Penulis adalah Sekjen Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APRI Sumatera Utara

Arya Sinulingga Menjadi Pembicara pada Acara Diskusi Percepatan Pariwisata Danau Toba
Sipayo.com - Direktur Pemberitaan MNC Media Arya Sinulingga menjadi pembicara pada acara 'MarkPlus Center Tourism & Hospitality' bertajuk Diskusi Percepatan Pariwisata Danau Toba: Identifikasi Sejumlah Langkah Kritis Jangka Pendek, di Philip Kotler Theater Class, Jakarta, Jumat (20/10/2016) kemarin.

Dalam paparannya, Arya Sinulingga mengatakan pembangunan infrastruktur Danau Toba bisa dimulai dari Desa Tongging, sebelah utara Danau Toba. Sebab, wilayah Tongging lebih dekat ke pusat Kota Medan, yang hanya berjarak 2,5 jam apabila berkendara darat.

"Dari Tongging, pemerintah bisa membuat transportasi air menyusuri tujuh kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba. Transportasi ini lebih cepat terealisasi dibandingkan harus membangun jalan tol, serta turis juga bisa memanfaatkan wisata ini menyusuri Toba lewat kapal," ujarnya.

Lebih lanjut Arya mengatakan, estimasi waktu sebuah kapal menyusuri Danau Toba dapat dilakukan sekitar tiga hari, dimana wisatawan dalam waktu tersebut dapat singgah disetiap desa tradisional yang berada di pinggiran danau.

Artinya, wisata cruise (pesiar) ideal untuk menarik wisatawan asing atau domestik datang ke Danau Toba. "Di Flores saja, ada transportasi menyusuri laut Flores dengan biaya Rp 3 juta per orang per malam. Danau Toba bisa mengadopsi hal serupa," ujarnya.
Powered by Blogger.