TKW Siti Zaenab Dihukum Mati di Arab Saudi

TKW Siti Zaenab Dihukum Mati di Arab Saudi
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Siti Zaenab binti Duhri Rupa asal Indonesia dieksekusi hukuman mati di Arab Saudi hari ini, Selasa (14/4/2015) sekitar pukul 10.00 WIB waktu setempat. Informasi eksekusi mati yang dialami Siti telah disampaikan secara remsi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam rilis resmi kepada wartawan.

Menurut keterangan Kemlu, informasi eksekusi mati Siti Zaenab telah diterima Konsulat Jenderal RI di Jeddah dari pengacara Khudran Al Zahrani. Siti sendiri lahir di Bangkalan, 12 Maret 1968 yang diketahui sebagai buruh migran Indonesia (BMI) di Arab Saudi.

Ia dipindana atas kasus pembunuhan terhadap istri pengguna jasanya bernama Nourah Bt. Abdullah Duhem Al Maruba pada tahun 1999 yang lalu. Setelah kasus tersebut, Siti kemudian ditahan di Penjara Umum Madinah sejak 5 Oktober 1999. Setelah menjalani serangkaian proses hukum, pada 8 Januari 2001, Pengadilan Madinah menjatuhkan vonis hukuman mati ishash kepada Siti Zainab.

Terkait pelaksanaan hukuman mati terhadap Siti Zaenab, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan protes kepada pemerintah Arab Saudi. Protes tersebut dilayangkan lantaran tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu mengenai waktu pelaksanaan ekskusi mati tersebut.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan protes kepada Pemerintah Arab Saudi karena tidak menyampaikan notifikasi kepada Perwakilan RI maupun kepada keluarga mengenai waktu pelaksanaan hukuman mati tersebut,” demikian rilis Kemlu.

Pihak Kemlu juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sejak awal telah berjuang untuk mendampingi Siti Zaenab dan memohonkan pengampunan dari keluarga. Pemerintah Indonesia juga telah melakukan semua upaya secara maksimal untuk membebaskan Siti Zaenab dari hukuman mati. Tapi saat dieksekusi mati tidak ada pemberitahuan terhadap perwakilan RI.

Indonesia sejak awal telah melakukan pendampingan hukum dengan menunjuk pengacara Khudran Al Zahrani. Selain itu berbagai langkah diplomatik juga telah dilakukan mulai dari Presiden Abdurrahman Wahid hingga Presiden Joko Widodo.

“Tiga Presiden RI, yakni Alm Abdurrahman Wahid (2000), SBY (2011) dan Joko Widodo (2015), telah mengirimkan surat resmi kepada Raja Saudi yang berisi permohonan agar Raja Arab Saudi memberikan pemaafan kepada WNI tersebut. Selain itu, Kepala Perwakilan RI di Riyadh maupun Jeddah juga telah mengirimkan surat resmi kepada Emir di Mekkah dan Madinah untuk mendorong pemberian maaf bagi Siti Zaenab,” ujar Kemlu.