Arti Kemerdekaan di Taneh Karo

Arti Kemerdekaan di Taneh Karo
Oleh: Penatar Perangin-angin
Begitu berat memekikkan kata “Merdeka” jika melihat keadaan ini (red: Keberadaan Desa Kuta Nangka yang berada di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi yang selama sepuluh tahun terakhir akses jalannya telah rusak berat, tapi belum kunjung diperbaiki hingga saat ini), sulit rasanya membedakan merdeka-merdekaan dengan merdeka yang sesungguhnya.
Bagaimana tidak? Kita tahu, Taneh Karo adalah termasuk salah satu wilayah di NKRI ini yang dikenal sebagai basis Pejuang dan menjadi medan pertempuran di masa perjuangan kemerdekaan RI, kenyataan tersebut dikuatkan oleh surat yang dikirimkan oleh Bung Hatta khusus untuk rakyat Karo, dan keberadaan Makam Pahlawan yang hanya ada dua di Republik ini, salah satunya di Taneh Karo.
Mendengar cerita dari Kakek kakek saya bagaimana dulunya mereka merasakan kengerian peperangan demi memperjuangkan kemerdekaan, melihat tayangan film 3 Nafas Likas tadi malam, rasanya tidak ada perbedaan kondisi kemajuan dan pembangunan antara masa perjuangan dulu dan masa kemerdekaan saat ini, andaipun ada, hanya bentuk bangunan dan antena tv yang ada di atap rumah rumah penduduk, selain itu kondisinya tetap sama.
Kadang saya ngawur berfikir, apakah wujud penghargaan (kalaupun berat menghargai setidaknya persamaan hak) oleh bangsa ini ditunjukkan dengan cara mempertahankan keaslian medan, kondisi dan alam di era perjuangan dulu, atau menjadikan Taneh Karo sebagai “monumen abadi” daerah pertempuran dengan tidak merubah sedikitpun bentuk, ciri ciri, infrstruktur dan tidak ketinggalan “derita perjuangan” masyarakatnya.
Apakah karena ditubuh warga Karo mengalir deras darah pejuang itu lalu kemudian dianggap bahwa kita pasti akan sanggup bertahan dan mampu melewati kondisi sesulit apapun termasuk menjalani hari hari dengan keadaan seadanya? Atau tepatnya “kita dijadikan Monumen Perang” di negeri ini, monumen ini akan menceritakan sejarah lengkap bagaimanakah sesungguhnya perjuangan kemerdekaan itu dengan membuat kita tidak merdeka disaat keadaan telah merdeka sambari mengangkat tangan pekik merdeka? Demikian tanya jiwa para pejuang kita. Merdeka!!!