Hutan di Perbatasan Karo-Agara Digarap Warga

Hutan di Perbatasan Karo-Agara Digarap Warga
Sipayo.com – Hutan di perbatasan Kabupaten Karo dan Aceh Tenggara persisnya di Desa Lau Pakam dan Lau Pengulu dirambah warga. Lahan yang digarap ditanami kemiri, kakao, sawit bahkan karet, dan sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu.
 
Hal ini terungkap setelah Polsek Mardingding dan staf Camat Mardingding megadakan surey lapangan, kamis (13/8/2015). Lahan yang sudah digarap diduga lokasi kawasan hutan lindung.
 
Dikutip sipayo.com pada sib, Minggu (16/8/2015) Kapolsek Mardingding AKP Daniel Sembiring membenarkan  tentang adanya kawasan hutan yang sudah digarap warga yang luasnya diperhitangkan mencapai rausan hektare.
 
Menurut AKP Daniel, lokasi yang digarap warga sejak beberapa tahun lalu membentang luas dari Desa Lau Pakam hingga ke Desa Lau Pengulu Kecamatan Mardingding, Karo. Hasil investigasi yang mereka lakukan akan selanjutnya akan dilaporkan ke kapolres Karo.
 
“Hasil survei ini akan kita laporkan kepada Kapolres Karo untuk mendapatkan petunjuk lanjutan” Ucap Sembiring
 
AKP Daniel Sembiring, sangat menyayang pembalakan liar yang dilakukan oleh warga, menurutnya memang warga membuka hutan untuk lahan pertanian, tapi dampak gundulnya hutan lebih besar daripan keuntungnya” Ujar AKP Daniel.
 
Sementara itu, Kepala UPTD Kehutanan Lau Baleng,  M Sihombing, belum dapat memastikan  apakah lokasi yang dirambah warga masuh ke kawasan hutan negara register 2/K Deleng Cengkeh, karena masih baru menjabat.