Ketua DPRD Sumut Diperiksa KPK

Ketua DPRD Sumut Diperiksa KPK
 
Sipayo.com Ketua DPRD Sumatera Utara Ajib Shah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/9/2015). Politik Golkar ini dimintai keterangan terkait batalnya ininterpelasi untuk Gatot Pujo Nugroho.
 
Pemeriksaan Ajib Shah menurut sumber sipayo.com merupakan pengembangan dari kasus suap kepada majelis hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara. Dimana Gatot Pujo Nugroho bersama istri sudah menjadi tersangka.
 
Kepada KPK. Ajib mengaku bahwa hak interplasi merupakan kewengan DPRD Sumatera Utara untuk menggunakan atau tidak menggunakannya.
 
Itu kan hak masing-masing anggota. Boleh menggunakan haknya boleh enggak,” kata Ajib di Geudng KPK, Jakarta, Senin (7/9/2015).
 
Ajib Shah membantah bahwa pembatalan hak interplasi itu disebabkan karena Gatot membagi uang ke DPRD sumut. “Bagi-bagi apa? Kita diundang untuk ngobrol-ngobrol aja” Ujar Ajib.
 
Sebelumnya DPRD Sumut hendak menggalang hak interplasi terkait pengelolaan keuangan daerah, penerbitan Peraturan Gubernur Sumut nomor 10 tahun 2015 tentang Penjabaran APBD 2015, kebijakan pembangunan Pemprov Sumut, dan etika Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sebagai kepala daerah.
 
Namun ketika diadakan sidang paripurna hak interplasi itu kandas, karena sebagain besar anggota DPRD Sumut menolah penggunaan hak tersebut. Dari 88 yang hadir, 52 menolak, 35 setuju dan 1 abstain.
 
KPK sendiri sudah menggeladah sekretariat DPRD sumatera Utara dan menyita beberpa dokumen terkait interplasi itu.