AKTK Hadir Berjuang Untuk Petani Kopi Karo

AKTK Hadir Berjuang Untuk Petani Kopi Karo
 
Sipayo.com – Asosiasi Kopi Taneh Karo (AKTK) dibentuk untuk memperjuangkan nasib petani khususnya petani kopi karo. Visi Perjuangan AKTK adalah mendapatkan kedaulatan Petani Kopi Karo dengan menghimpun potensi-potensi Kopi, mulai dari petani dan Pegiat Kopi lainnya, dalam tiga lapangan praktek yakni; Pembibitan, Budidaya Tanaman dan Paska Panen.
 
Ketua AKTK, Wilson Rajaulu Sembiring mengatakan bahwa AKTK hadir untuk masyrakat khusunya meperjuangkan petani kopi agar mampu meningkatkan taraf hidup.
 
“AKTK berfungsi sebagai alat perjuangan petani Kopi dan sekaligus sebagai Asosiasi yang menghimpun seluruh potensi yang ada mulai dari petani dan pengiat kopi lainnya” Ujar Wilson kepada sipayo.com, Kamis (10/8/2015)
 
Wilson menambahkan, posisi Taneh Karo sebagai daerah dataran tinggi diatas 1200 Dpl dan dikelilingi Bukit Barisan Hutan Lindung Taman Nasional Gunung Leuser/ TNGL, terdiri dari 3 Gunung Api yakni Gunung Sinabung, Sibayak dan Sibuaten sangat mendukung untuk menghasilakan kopi yang berkualitas tinggi. Namun, potensi itu belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat dan juga belum dikelola dengan baik.
 
“Iklim dan geografis Taneh karo sangat potensial menghasilkan kopi berkualitas tinggi, namun belum diolah dengan baik dan profesional” Ucap Wilson
 
Pendapat Ketua AKTK didukung penuh oleh Sekretaris AKTK, Benson Kaban, dirinya optimis hadirnya AKTK  mampu merubah nasib petani karo khususnya petani kopi kearah lebih baik. Untuk itu pihaknya sudah menyusun program-program untuk dapat dilaksanakan baik jangka pendek, menengah dan panjang.
 
Benson mengatakan AKTK adalah milik rakyat, dikerjakan rakyat dan dipersembahkan untuk Rakyat. Hal ini sudah dibuktikan pada acara Festival Kopi Rakyat 2015 yaang diselenggarakan AKTK 3-4 oktober lalu di Berastagi, dimana pada saat itu AKTK membuat pameran produk kopi yang semuanya dilakukan oleh petani. Bahkan Benson menyebutnya pameran revolusioner.
 
“Ini adalah pameran produk kopi yang revolusioner, Dimana mengolah dari barang mentah menjadi barang setengah jadi hingga menjadi barang jadi dilakuakan semua di level Petani” Ujar Benson.

Editor: Don