Dhayita Daneswari, Kapolsek Termuda di Pulau Jawa

Dhayita Daneswari, Kapolsek Termuda di Pulau Jawa
Sipayo.com – Di usianya yang belum genap 23 tahun, Iptu Dhayita Daneswari sudah dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Candisari Semarang. Bagi anggota Polri, apalagi bagi kalangan perempuan, pencapaian Dhayita termasuk suatu prestasi yang sangat membanggakan.
Selain memiliki prestasi dalam karirnya sebagai anggota Polri, Dhyaita Daneswari juga tergolong sebagai sosok sederhana. Seperti terlihat di mapolsek, Polwan yang akrab disapa Danes tersebut tampak mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah putih. Setelah itu, perempuan kelahiran Semarang 24 Desember 1991 tersebut pun berbaur dan menyapa anggotanya.
Dhayita Daneswari merupakan anak ke-2 dari 4 bersaudara, sementara anggota keluarga tidak ada yang polisi. “Tentu ada kebanggaan tersendiri, saat dipercaya menjabat Kapolsek,” ungkap Danes sebagaimana dikutip dari Sindonews, Selasa (13/10/2015).
Kebanggan itu semakin terlihat dari segi kepangkatan. Ketika dirinya masih berpangkat Iptu dengan tanda dua balok di pundak Dhayita Daneswari telah dipercaya sebagai Kapolsek, sementara jabatan tersebut di wilayah hukum Polrestabes Semarang, umumnya dipegang oleh perwira berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) yang bertipe Urban. Namun, itu tak jadi masalah, sebab Polsek yang dipimpinnya masih bertipe Pra Rural.
Kebanggan lainnya, sebut Danes, berdasarkan informasi dari teman-temannya, terutama sesama lulusan Akpol, Danes terbilang kapolsek paling muda di Pulau Jawa. Memang ada beberapa teman seumurannya juga telah menjadi Kapolsek, tapi mereka pada umumnya bertugas di luar Jawa.
“Saya lulus Akpol (Akademi Kepolisian) 2012, kemudian dilanjut STIK–PTIK pada 2013. Jadi kalau dihitung, saya sudah tiga tahun jadi polisi, tapi mulai dinas pada 2013, jadi kalau dihitung, saya sudah tiga tahun jadi polisi, tapi mulai dinas pada 2013,” lanjut pehobi perempuan yang juga hobi traveling itu.
Saat sebelum menjabat Kapolsek Candisari, Danes berdinas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sebagai perwira unit (panit). Kemudian menjadi Panit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tembalang.
Saat itu, sempat diperbantukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto sebagai Danton Pengasuh Polwan. Saat itu, Kepala SPN dijabat Kombes Pol Burhanudin, yang sekarang juga jadi atasannya setelah Burhanudin menjabat Kapolrestabes Semarang.
Selanjutnya, Danes ditugaskan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polrestabes Semarang. Soal usia, Danes mengaku terpaut cukup jauh dengan anggota–anggotanya. Namun, itu tak jadi soal.
Prinsip yang dipegangnya adalah tetap saling menghormati. “Saya harus tetap hormati anggota saya, bicara dengan bahasa yang santun. Saya tiap hari di Mapolsek, sampai malam. Untuk memberikan pelayanan penuh ke masyarakat,” pungkasnya.