Ini Fakta Kehidupan Pak Raden yang Jarang Diketahui Publik

Ini Fakta Kehidupan Pak Raden yang Jarang Diketahui Publik
Sipayo.com – Raden Suryadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden telah meninggal dunia di rumah sakit Pelni, Pertamburan pada Jumat (30/10/2015) pukul 22.00 WIB malam. Meninggalnya pencipta karakter boneka unyil tersebut langsung menyebar di sosial media.

“Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un telah wafat kakek kami tercinta, guru bangsa, legenda dongeng Indonesia, maestro sketsa Indonesia Drs Suyadi (Pak Raden), pada hari jumat malam jam 22.20 WIB. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya, segala salah, khilaf dan kekurangan. Semoga yang pergi diberikan tempat yang indah, dimasukan ke dalam barisan orang yang beriman, diterima segala amal ibadahnya, menjadikan segala karyanya cahaya yang menerangkan. Aamin ya robbal alamin,” demikian informasi yang diterima Sipayo.com melalui BBM.

Dari informasi yang beredar, disebutkan kondisi Pak Raden telah menurun sejak siang harinya akibat infeksi paru-paru yang dideritanya. 

Berbagai fakta yang tidak terlalu diketahui publik terkait kehidupan sang legenda adalah pada usia senjanya, pria kelahiran Jember, 28 November 1932 tersebut memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah karena kondisinya yang sakit-sakitan. Selama ini, untuk bergerak, Pak Raden juga harus dibantu dengan kursi roda.

Selanjutnya kondisi ekonomi yang serba kekurangan, juga turut menambah penderitaan, bahkan hingga akhir hayatnya, Pak Raden juga tetap memilih untuk tidak menikah. 

Terakhir di acara penghargaan Silet Award yang diselenggarakan RCTI pada 26 Oktober 2015 lalu, Pak Raden sempat datang menerima Charity Silet Award sekaligus mendapat hadiah rumah.

Semasa hidupnya, Pak Raden dikenal sebagai pendongeng dan seniman berdarah Jawa yang memiliki kumis tebal. Pria lulusan Institut Teknologi Bandung itu memang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membangun karakter anak-anak Indonesia lewat Boneka Unyil yang diciptakannya itu.