Kesaksian Fransiskus Subihardayan Penumpang Helikopter yang Selamat

Kesaksian Fransiskus Subihardayan Penumpang Helikopter yang Selamat
Sipayo.com – Kondisi Fransiskus Subihardayan (24), penumpang helikopter yang jatuh di Danau Toba kini berangsur-angsur pulih. Ia merupakan penumpang selamat dari peristiwa jatuhnya helikopter yang terjadi pada, Minggu (11/10/2015). Frans, ditemukan personel TNI AL pada, Selasa (13/10/2015) sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah ditemukan dalam keadaan selamat, Frans langsung dilarikan ke Puskesmas Onan Runggu untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum kemudian dibawa ke RSU Hadrianus Sinaga, Pangururan, untuk perawatan lebih intensif.

Frans pun bercerita tentang kejadian naas yang dialaminya. Menurut Frans, di dalam helikopter tersebut terdapatlima orang. Adapun posisi dirinya di helikopter tersebut adalah sebagai helicopter landing officer (HLO).

“Posisi saya sebagai HLO. Secara kasarnya, kami sudah mengetahui heli ini bakalan pergi ke mana, ketinggian berapa, meskipun kami tidak sejago pilot,” kata Frans kepada wartawan di rumah sakit.

Frans memberikan kesaksian, sebelum heli jatuh, mereka sempat berputar ke arah utara Desa Sihotang, melintasi gunung. “Kemudian, pilot, Kapten Teguh belok, ke kanan lagi. Terus saya lihat kapten itu sudah menyisir Pulau Samosir sebelah timur. Setelah kelihatan tulisan Silangit, kapten ke arah selatan dulu. Jadi, Silangit, kalau menurut gambar GPS, kapten akan naik di ketinggian 5.000 meter,” lanjut Frans.

“Tapi sebelum kami sampai di Silangit, kapten memutar lagi ke sebelah kanan untuk menghilangkan kabut asap. Karena kapten terlalu belokin, helikopter kehilangan kendali dan jatuh ke kiri. Kami pun langsung melompat semua,” ujarnya, menceritakan saat-saat jatuhnya helikopter tersebut.

Sementara itu, dr Hadrianus Sinaga dan dr Erikson Marbun yang menangani Frans mengatakan, kondisi pria yang bernasib mujur itu belum sepenuhnya pulih. “Memang saya yang mengatasi pasien. Kalau kondisinya masih bisa dibilang 90 persen. Hanya, pasien mengalami kedinginan yang sangat berat,” ujarnya.