Pengertian dan Gejala Penyakit Neuroblastoma

Pengertian dan Gejala Penyakit Neuroblastoma
Sipayo.com – Mungkin sebagian dari pembaca belum begitu familiar dengan penyakit neuroblastoma. Namun penyakit ini perlu diwaspadai karena kerap menyerang anak-anak tanpa sepengetahuan secara dini oleh orang tua. Neuroblastoma adalah kanker pada sistem saraf yang kerap ditemukan pada anak-anak.

Pengertian Neuroblastoma
Neuroblastoma ini dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh. Umumnya, kanker ini berasal dari jaringan yang membentuk saraf simpatis, yaitu bagian sistem saraf yang mengatur fungsi tubuh involunter (di luar kehendak), dengan cara meningkatkan denyut jantung dan juga tekanan darah. Keberadaan neuroblastoma akan mengerutkan pembuluh darah sekaligus merangsang pertumbuhan horman tertentu.

Penyebab Neuroblastoma
Hingga saat ini, apa penyebab penyakit neuroblastoma belum diketahui secara pasti. Namun dugaan semantara, terjadinya penyakit ini berhubungan dengan faktor keturunan karena pada sel-sel tumor kerap ditemukan kelainan genetik tertentu.

Gejala Neuroblastoma

Gejala penyakit kanker neuroblastoma sering berbeda-beda tergantung asal tumor serta luas penyebarannya. Namun gejala awal biasanya terjadi berupa perut yang membesar, peruta terasa penuh dan nyeri.

Gejala lainnya juga dapat timbul seiring dengan penyebaran tumor, seperti: Kanker yang telah menyebar ke tulang akan menyebabkan nyeri tulang, sementara kanker yang telah menyebar ke sumsung tulang akan menyebabkan anemia, berkurangnya jumlah trombosit, berkurangnya sel darah putih, serta terbentuknya benjolan-benjolan pada kulit.

Adapun gejalan lain dapat timbul ketika kanker telah menyebar ke paru-paru seperti menyababkan gangguan pernafasan. Selebihnya kanker yang telah menyebar ke kodra spinalis dapat pula membuat kelemahan pada lengan dan tungkai.

Secara umum, sekitar 90 persen neuroblastoma akan menghasilnkan hormon seperti epinefrin yang dapat menyebabkan meningkatnya denyut jantung, sehingga penderita kerap merasakan kecemasan.

Gejala-gejala lain yang dapat mungkin ditemukan pada penderita neuroblastoma adalah kulit pucat, terdapatnya lingkaran hitam di sekeliling mata, kelelahan menahun, diare, rasa tidak enak badan yang berlangsung lama, keringan berlebihan, gerakan mata yang tidak terkendali, serta rewel.

Diagonasi Neuroblastoma
Bila kanker tumbuh cukup besar, maka dapat teraba saat dilakukan pemeriksaan perut. Bila tumor telah menyebar ke hati, maka hati akan teraba membesar. Tumor kelenjar andrenal juga kerap menyebabkan tekanan darah tinggi dan hal ini akan mengakibatkan denyut jantung yang cepat.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah seperti USG bagian perut dan dada, CT scan atau MRI dada dan perut, pemeriksaan air kemih untuk melihat adanya pembentukan hormon epinefrin yang berlebihan, rentogen dada, biosi organ seperti hati, paru-paru, kulit, dan sumsung tulang. Selain itu dapat juga dilakukan skening tulang, juga pemeriksaan darah secara lengkap.

Pengobatan Neuroblastoma

Pengobatan penyakit neurobalstoma dilakukan secara bervariasi, tergantung kepada lokasi, penyebaran, dan juga usia penderita. Bila kanker belum menyebar, biasanya diangkat melalui pembedahan. Bila kanker telah berukuran besar atau telah menyebar, maka akan diberikan kemoterapi, selain itu dapat juga dilakukan terapi penyinaran.

Prognosis Neuroblastoma
Prognosis tergantung kepada usia anak, ukuran tumor, dan luasnya penyebaran tumor. Pada anak yang berumur kurang dari 1 tahun dan tumornya kecil serta belum menyebar, prognosisnya sangat baik. Beberapa penderita akan mengalami regresi spontan, dimana jaringan tumor akan mengalami pematangan dan berkembang menjadi genglioneuroma jinak yangd apat diangka melalui pembedahan.

Dalam kasus lain, tumur juga dapat menyebar dengan cepat ke organ tubuh lainnya. Respon terhadap pengobatan bervariasi. Bila pengobatan dilakukan sebelum tumor menyebar, maka hasilnya umumnya memuaskan.