Ajaib! Gurun Terkering Di Dunia Kini Berubah Jadi Lautan Bunga

Ajaib! Gurun Terkering Di Dunia Kini Berubah Jadi Lautan Bunga
Sipayo.com – Gurun Atacama yang membentang dari Chile hingga Peru dan Argentina dengan luas 105.000 kilometer persegi selama ini dikenal sebagai tempat paling kering di dunia.

Bayangkan saja, pada suatu masa di Gurun Atacama pernah tak turun hujan selama 173 bulan atau hampir 15 tahun lamanya. Bahkan beberapa wilayah di Atacama memang sama sekali tak pernah disiram hujan selama ratusan tahun lamanya.

Ajaibnya, setelah kekeringan panjang melanda gurun Atacama, kini gurun tersebut telah berubah jadi taman bunga yang sangat indah. Curah hujan yang sangat tinggi dan terjadi mulai Maret hingga Agustus menyebabkan tanah longsor dan banjir.

“Wilayah Atacama dikutuk sekaligus juga diberkati. Hamparan bunga indah menghiasi tempat terkering di dunia itu sebagai dampak El Nino dan perubahan iklim. Tumbuhnya bunga-bunga indah di sana tidak pernah diprediksi sebelumnya. Begitu juga dengan hujan lebat yang sebelumnya tak pernah terjadi di wilayah ini. Kami sangat terkeju,” ujar Daniel Diaz, direktur Pariwisata Nasional Chile, seperti diberitakan ABC News, Sabtu (31/10/2015).

El Nino-lah yang mengubah total wajah Gurun Atacama. El Nino, si bocah dalam bahasa Spanyol, muncul ketika suhu muka air laut di sepanjang ekuator di tengah dan timur Samudera Pasifik menghangat di atas rata-rata.

Keringnya Gurun Atacama Sebelum Ditumbuhi Bunga (Int)
Kehadiran El Nino selalu diikuti dengan kemunculan konsentrasi udara bertekanan tinggi di belahan barat Pasifik dan konsentrasi udara bertekanan rendah di belahan timur Pasifik.
Saat El Nino berulah, wilayah Indonesia akan mengalami kemarau panjang lantaran awan hujan tersedot ke arah timur Pasifik. Sebaliknya, pesisir barat Amerika Latin seperti Chile kerap dilanda hujan badai. Makin kuat El Nino, makin panjang pula kemarau di Indonesia, sementara di Chile semakin panjang pula musim hujan.
Ketika hujan mengguyur Atacama selama berbulan-bulan membuat lebih dari seribu jenis tanaman tumbuh bersemi, sekaligus menjadikan panorama Atacama yang biasanya kelabu berubah menjadi merah jambu oleh bunga malva.
“Bagi kami, berseminya Atacama adalah satu keajaiban, lantaran selama aku tinggal di sini tak pernah menyaksikan pemandangan seperti ini,” kata Ramon Cortes, warga Vallenar, Chile, kepada LiveScience.