Habib Rizieq Dilaporkan Ke Polisi Karena Hina Budaya Sunda

Habib Rizieq Dilaporkan Ke Polisi Karena Hina Budaya Sunda
Sipayo.com – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab atau yang lebih populer dengan nama Habib Rizieq dilaporkan ke Polisi oleh Aliansi Masyarakat Sunda melalui Angkatan Muda Siliwangi karena dianggap telah memelesetkan salam “sampurasun” dalam bahasa Sunda, Rabu (24/11/2015).

Dari keterangan Ketua Umum Angkatan Muda siliwangi Noery Ispandji Firman, Habib Rizieq memelesetkan salam Sunda, “sampurasun” menjadi “campur racun” beberapa waktu lalu yang terjadi dalam kegiatan tablig akbar di Purwakarta.

“Pelesetan ‘campur racun’ telah melukai kultur dan kebiasaan masyarakat Sunda yang selama ini berlaku secara turun-temurun,” ujar Noery dalam konferensi persnya di Bandung, Rabu (25/11/2015).

Karena merasa tersinggung, Noery dan sejumlah tokoh Sunda melaporkan Rizieq dengan hate speech serta UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat 2.

Pasalnya, Rizieq dinilai dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa benci atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Selain itu, para tokoh Sunda ini mendesak Rizieq untuk meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sunda.

“Selain menuntut untuk meminta maaf secara terbuka, kami juga tuntut Rizieq secara hukum. Hari ini, kami sebagai pelapor akan dimintai keterangan oleh polisi terkait laporan yang sudah kami sampaikan,” ujar Noery.

Video pelesetan “sampurasun” menjadi “campur racun” ini juga sudah beredar luas di media sosial YouTube yang diunggah oleh akun Muhammad Nazzar. Dalam video tersebut, Rizieq mengucapkan “campur racun” sebagai salam pembuka.