KPK Tetapkan Ajib Shah Jadi Tersangka Suap Interpelasi

KPK Tetapkan Ajib Shah Jadi Tersangka Suap Interpelasi
Sipayo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua DPRD Sumut, Ajib Shah sebagai tersangka dalam kasus suap interpelasi di DPRD Sumut.

“Setelah melakukan proses penyelidikan yang dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu, kemarin ada gelar perkara ke 4, dihasilkan bahwa telah ditemukan dua alat bukti permulaan yang cukup ditingkatkan ke penyidikan,” kata Plt Pimpinan KPK, Johan Budi sebagaimana dikutip dari Detikcom, Selasa (3/11/2015).

Beberapa tersangka turut terjerat dalam sprindik tertanggal 3 November 2015 tersebut, diantaranya Gatot Pujo Nugroho yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada DPRD Sumut agar menggagalkan proses interpelasi, sementara Ajib Shah, Saleh Bangun (eks Ketua DPRD Sumut) dan Chaidir Ritonga (eks Wakil Ketua DPRD Sumut) disangka sebagai pihak penerima.

Uang suap yang diterima diduga mencapai puluhan miliar rupiah yang disebar kepada sebagian besar anggota DPRD Sumut. “Hadiah atau janji diberikan untuk penolakan hak interpelasi tahun 2015,” jelas Johan.

Sebelum menentukan kasus ini naik ke penyidikan, tim penyelidik, penyidik, jaksa dan pimpinan telah menggelar beberapa kali ekspose. Akhirnya, setelah semua alat bukti kuat, Satgas dan pimpinan sepakat untuk menaikkan status kasus ini.

Untuk diketahui, kasus suap penggagalan interpelasi DPRD Sumut merupakan pengembangan penyidikan kasus Gatot Pujo Nugroho. Beberapa saksi bernyanyi bahwa Gatot menggulirkan uang lebih dari Rp 10 miliar lebih untuk menggagalkan interpelasi DPRD Sumut terkait kasus Bansos.

Beberapa anggota DPRD Sumut juga telah diperiksa dalam proses penyelidikan. Tak sedikit dari para anggota DPRD itu yang mengakui telah menerima uang dari Gatot, bahkan ada yang sudah dikembalikan.

Salah satu anggota DPRD Sumut yang mengakui telah menerima suap adalah istri Plt Gubernur Sumut, Teuku Erry Nuradi, Evi Diana. Teuku Erry juga sudah membenarkan bahwa sang istri telah mengembalikan uang suap itu ke KPK.

Selain untuk menggagalkan interpelasi, Gatot juga dikabarkan menyebar uang suap ke beberapa anggota DPRD Sumut untuk melancarkan pembahasan APBD 2014-2015. Beberapa mantan anggota DPRD Sumut juga telah diperiksa penyelidik KPK.