Pendiri Gereja KGPM Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Pendiri Gereja KGPM Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Sipayo.com – Sesuai dengan Keppres No 116/TK/Tahun 2015 tanggal 4 November 2015, Presiden Jokowi akan menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada 5 tokoh yang telah berajasa, salah satu tokoh yang akan turut disematkan gelar pahlawan nasional adalah Almarhum Bernard Wilhem Lapian atau lebih dikenal dengan nama BW Lapian.

BW Lapian lahir di Kawangkoan, 30 Juni 1892. Setelah menikah dengan Maria Adriana Pangkey pada tahun 1982, pasangan suami istri ini kemudian tinggal menetap di Tomohon.

Judie Turambi pemerhati sejarah dari Tomohon mengungkapkan, BW Lapian merupakan pejuang multi talenta dan Paripurna. Multi talenta, sebagai seorang jurnalistik, tokoh gereja salah seorang pendiri Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) dan juga seorang politisi.

Salah satu prestaisnya, BW Lapian merupakan tokoh kunci dari sekian pelaku mempertahankan Kemerdekaan RI berupa kudeta terhadap pemerintahan NICA Belanda dengan nama Peristiwa Merah Putih, 14 Februari 1946

“Ketika itu berhasil menduduki tangsi markas militer Belanda di Teling Manado. Waktu peristiwa itu, BW Lapian sedang menjabat Walikota Manado dan Hukum Besar Manado,” katanya.

Sementara itu, Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) yang berdiri sebagai bentuk kesaksian kepada Indische Kerk yang dinilai hadir sebagai alat untuk mengukuhkan dominasi pemerintahan Penjajah di Indonesia turut didirikan oleh BW Lapian.

Karena didorong oleh rasa nasionalisme yang kuat, maka pada 25 Maret 1933 dalam suatu rapat di Manado, diputuskan untuk mendirikan satu sinode gereja dengan nama Kerapatan Gereja Protestan Minahasa. BW Lapian juga dikenal sebagai sekretaris pertama di KGPM.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi akan menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada 5 tokoh di tahun 2015, selain kepada BW Lapian, gelar pahlawan nasional juga akan dianugerahkan kepada Almarmum Mas Isman, Almarhun Komjen (Pol) Dr H Moehammad Jasin, Almarhum I Gusti Ngurah Made Agung, dan Almarhum Ki Bagus Hadikusumo.