Apa Itu Komunitas atau Organisasi Gafatar?

Apa Itu Komunitas atau Organisasi Gafatar?
Sipayo.com – Nama komunitas atau organisasi gafatar langsung mengemuka seiring dokter Rica ditemukan setelah sempat dinyatakan hilang dan dicari oleh pihak kepolisia sejak beberapa waktu yang lalu.

Memang hingga kini, polisi belum memastikan motif menghialangnya dokter Rica dan sejumlah orang. Meski demikian, kuat dugaan mereka terkait dengan organisasi Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara.

Lalu apa itu sebenarnya komunitas atau organisasi Gafatar? Berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang dihimpun sipayo.com, diketahui bahwa gafatar merupakan organisasi yang disebut dideklarasikan di Kemayoran, Jakarta Pusat, tahun 2012 silam.

Pada awal kemunculannya, organisasi yang berlambang sinar matahara berwarna oranye ini terdiri dari 14 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diseluruh Indonesia. Namun hingga kini belum ada pembaharuan soal jumlah kepengurusan, namun dari sumber informasi lain disebutkan kepengurusan DPD kini telah berkembang hingga 34.

Adapun dasar pendirian organisasi ini adalah karena menurut anggapan mereka Indonesia belum merdeka. Menurut mereka, Indonesia masih dijajah neokolonialis. Sementara di sisi lain, para pejabat serakah dan kerap bertindak amoral.

Program kerja Gafatar di antaranya ketahanan dan kemandirian pangan. Mereka memajang dokumentasi kegiatan seperti perkemahan, pelatihan kebencanaan, pelatihan untuk remaja, dan lain-lain.

Juga ada beberapa berita terkait Gafatar. Salah satunya soal pernyataan Ketum Gafatar Mahful Tumanurung. “Gafatar Bukan Organisasi Keagamaan,” demikian judul postingan di website Gafatar tertanggal 28 Februari 2015 itu.

“Gafatar tidak akan berevolusi menjadi organisasi keagamaan dan politik,” kata Mahful sambil mengimbau anggota agar tidak melacurkan diri dan menggadaikan organisasi untuk kepentingan sesaat.

Update terakhir webiste dilakukan pada 29 Mei 2015. Isinya soal kegiatan perkemahan angkatan III di Bogor.

Di Website tersebut juga terdapat nomor-nomor kontak para pengurus daerah Gafatar. Namun ketika nomor-nomor tersebut dihubungi, namun tak satupun diantarnaya aktif. Sumber kepolisian dan TNI menyebut, organisasi tersebut memang kerap tidak terlacak.

Padahal, beredar kabar di media sosial, Gafatar kerap menggelar kegiatan. dr Rica misalnya, disebut-sebut ia menghilang selama 2 minggu dan pergi Mempawah atau Sanggau, Kalimantan Barat.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Gafatar terkait isu-isu yang beredar. Sementara di sisi lain, usai menemukan dr Rica, Kapolda DIY menyebutkan, ada kemungkinan dr Rica memang terlibat Gafatar.

“Kalau mendengar keterangan dari suaminya, sebelum menikah (Rica) memang aktif di Gafatar. Setelah menikah mandeg,” ujar Brigjen Erwin Triwanto di Mapolda DIY, Jl Ring Road Utara, Sleman, Senin (11/1/2016).