Formad Sumut Gelar Pertemuan Bahas Masalah Pembangunan

Formad Sumut Gelar Pertemuan Bahas Masalah Pembangunan
Sipayo.com – Para tokoh dan pemuka masyarakat sumatera Utara yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Sumatera Utara (Formad – Sumut) menggelar pertemuan membahas masalah pembangunan Sumatera Utara Wilayah Pantai Timur dan Tengah, Jumat (12/2/2016) di Medan Club.

Dalam pertemuan tersebut hadir sebagai pembicara Pengacara Senior HM Kamaluddin Lubis, SH, Mantan Bupati Dairi Drs SIS Sihotang MM, Dosen Senior USU Syarifuddin Siba, SH, M.Hum, dan Pakar Hukum Agraria DR Ali Yusran Gea, SH, M.KN.

Selanjutnya hadir pula aktifis buruh dan tani Sumut Drs. Prabu Alam, Dosen Senior Eron L Damanik, Ketua PWI Sumut Hermansyah, SE, serta acara tersebut dipandu oleh moderator Roy Fachraby Ginting, SH, M.KN.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai perlunya Sumut memiliki pemimpin yang tegas dan berani, serta memiliki kepedulian tinggi untuk memimpin dengan semangat kebersamaan serta pro rakyat.

Tidak lupa dipicarakan pula program nasional di Sumut dengan jalan tol Trans Sumatera Utara yang dinilai dapat menyentuh daerah-daerah lain di Sumut dengan prinsip keadilan yang terintegerasi dengan program wisata Danau Toba yang berbiaya Rp 21 Triliun.

Formad Sumut berharap program nasional ini dapat disikapi oleh Plt Gubsu dan Bupati di wilayah Tengah dan Timur untuk mengawinkan program tersebut dengan pembukaan jalan baru.

Direkomendasikan pula agar dibuka jalan tol baru dengan rute Tanjung Merawa – Saribudolok – Merek – Sidikalang – hingga Salak dan Aceh. Dari jalan ini bisa juga tembus ke Kabanjahe dan Kuta Cane di Aceh Tenggara.

Dari Kabanjahe bisa pula dibuatkan jalan tol yang tembus ke Danau Lau Kawar hingga Desa Telagah di Kabupaten Langkat dan keluar di jalan Tol Binjai yang terhubung langsung ke Banda Aceh.

Selain itu jalan-jalan lama yang menghubungkan Medan dengan dataran tinggi Karo juga harus dibenahi dengan program pelebaran dan pelurusan, sehingga memperpendak jarak tepuh dan mempercepat waktu, serta bebas macet.

“Hal ini sangat di harapkan peranan Plt Gubsu untuk memperjuangkannya di tingkat nasional bersama bupati terkait,” ujar Roy Fachraby Ginting kepada Sipayo.com.

Dengan program tersebut, maka diharapkan akan terintegerasi infrastruktur jalan sebagai penghubung ekonomi dan wisata yang dirasakan wilayah Danau Toba.

“Wisata Gunung dengan alam, serta buah-buahan dan sayur-mayur dengan membentuk poros wisata Danau Toba dan Bukit Barisan, dan poros jalan Ringroad yang mengelilingi Pantai Timur dan Barat, serta mengintari Danau Toba sebagai wisata andalan Nasional sebagaimana program Presiden Jokowi,” tegas Roy.