Sukarman Keliat Apresiasi Merdang-merdem Kota Medan 2016

Sukarman Keliat Apresiasi Merdang-merdem Kota Medan 2016
Sipayo.com – Pegiat sosial media Karo yang tinggal di Kota Cirebon, Jawa Barat, Ir Sukarman Keliat  memberikan tanggapan terkait pelaksanaan kegiatan Merdang-merdem Kota Medan yang rencananya akan diselenggarakan pada Juli 2016 mendatang.

Menurut alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Kimia angkatan 1978 ini, Merdang-merdem Medan merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif dalam rangka memperkenalkan budaya Karo.

“Awalnya adalah Merdang-merdem Kuta Medan dengan memperkenalkan budaya Karo, tapi terusannya akan banyak sekali. Untuk membangkitkan rasa cinta para generasi muda Karo terhadap kemajuan orang Karo dan Taneh karo,” ujarnya kepada Sipayo.com, Senin (11/4/2016).

Kemajuan orang Karo dan Taneh Karo menurut Sukarman dapat diimplementasikan dalam berbagai hal, misalnya dengan cara sistem tarik tali di kalangan orang Karo yang harus ditumbuhkan.

“Misalnya, kalau sudah ada orang Karo yang berada di posisi puncak, ya tentu tidak ada salahnya mereka mengulurkan tali kebawah untuk menarik keatas para juniornya,” ujarnya.

Sukarman juga mengingatkan agar orang Karo jangan dulu bangga setelah maju sendiri, tetapi setiap orang Karo yang sudah maju wajib pula memajukan beberapa puluh orang Karo lainnya.

“Orang-orang Karo yang sudah maju diperantauan, hendaknya jangan pernah melupakan Kuta Kemulihen. Ibarat pepatah, hujan emas di negeri orang, tetaplah masih lebih enak hujan debu Sinabung di kampung sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sukarman Keliat juga turut mengucapkan rasa terimakasihnya kepada generasi muda Karo yang menurutnya sangat jauh berbeda dengan generasi muda Karo dulu.

“Sebagai orang tua, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada generasi muda Karo yang sekarang ini, yang jauh berbeda dengan generasi kami dulu, yang kesemuanya rata-rata pemain tunggal, kurang terlihat persatuan Karo-nya dan itu bisa terlihat hasil generasi kami, mungkin dia banyak yang maju sebagai pemain tunggal, tapi jarang yang sampai di tingkat puncak pimpinan tertinggi. Kenapa? Karena nggak ada backup dari teman-teman Karo yang lain,” ujarnya.

Peluncuran Buku Guru Patimpus Sembiring Pelawi di Acara Merdang-merdem Medan
Disinggung mengenai peluncuran buku Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang akan turut diselenggarakan berbarengan dengan kegiatan Merdang-merdem Medan 2016, Sukarman Keliat juga turut memberi apreasiasi.

“Semua orang Karo tentu turut mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Robert Billy Perangin-angin atas kerja kerasnya untuk menulis buku pendiri kota Medan Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Harapan kita dengan terbitnya buku ini, akan muncul rasa heroisme generasi muda Karo bahwa dia bukan turunan ayam sayur tapi mereka adalah turunan pejuang yang berani memperjuangkan kebenaran di negara tercinta Indonesia ini,” ujarnya.

Sukarman Keliat juga berharap agar Robert Billy Perangin-angin selaku penulis buku Guru Patimpus Sembiring Pelawi tidak berhenti menulis. “Mohon untuk diteruskan ke pejuang-pejuang yang lain, seperti Datuk Surbakti, Pahlawan Nasional Garamata, dan sebagainya,” ujarnya.