Kader Pemuda Katolik Kecam Aksi Teror Bom di Medan

Kader Pemuda Katolik Kecam Aksi Teror Bom di Medan
Sipayo.com – Menyikapi Peristiwa teror bom di Gereja Katolik Santo Yoseph, Jln Dr Mansyur, Medan, Minggu (28/8/2016) pagi, turut mengundang keprihatinan kader Pemuda Katolik, sebagaimana peristiwa tersebut terjadi bertepatan sedang berlangsungnya Pelantikan Pengurus Orang Muda Katolik ( OMK) Paroki St. Yosep Delitua Periode 2016-2021.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tidak tempat bagi teroris dalam bentuk apapun di bumi Indonesia ini,” Ujar Kader Pemuda Katolik Lukas Lyeo Sibero,SE.

Berkaitan dengan peristiwa yang baru saja terjadi di Medan, Lukas mengakui telah melakukan serangkaian koordinasi dengan sejumlah kalangan kader Pemuda Katolik.

“Dan kami sudah sepakat untuk mengkondisikan teman-teman di Medan untuk mengantisipasi gerakan-gerakan teror yang mungkin terjadi ke depan, termasuk pengamanan rumah-ruman ibadah jika diperlukan,” tandas Lukas yang juga mantan Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yosep Delitua tersebut.

“Ada fenomena baru di Sumut yang selama ini dikenal sebagai wilayah bebas teror, mengapa tiba-tiba terjadi berbagai peristiwa yang nyaris berurutan, beberapa hari yang lalu, di Lubuk Pakam dengan isu BABI PANGGANG KARO ( BPK), di Tanjungbalai dengan isu SARA dan hari ini Medan,” ungkapnya.

“Kami Kader Pemuda Katolik menyatakan sikap mengecam aksi teror bom yang terjadi di Gereja Katolik Santo Yoseph, Medan. Pada dasarnya kami menyesalkan kejadian teror bom ini, dan kami meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan kasus tersebut hingga tuntas. Selanjutnya, kami mengajak segenap rakyat untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari upaya-upaya memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah terjaga dengan baik selama ini,” ujar Lukas.

Menurut Lukas, pernyataan sikap Pemuda Katolik yang disampaikannya merupakan bagian penting dalam rangka menunjukkan sikap bahwa seluruh masyarakat mesti bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kami melihat ada upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka proses dis-integrasi bangsa, yakni proses pemecah belah melalui provokasi disana-sini,” terangnya.

Lukas turut menyatakan bahwa Pemuda Katolik sangat menjunjung tinggi dasar negara Indonesia, yakni Pancasila, dalam hal ini Pemuda Katolik akan tetap pada prinsipnya melawan semua ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Akhirnya, kami mendesak aparat intelijen untuk lebih serius menelisik gerakan dari sel-sel terorisme di Sumut demi terciptanya ketenangan dan kenyamanan kehidupan kemasyarakatan,” tutupnya.