Berebut Partai Pengusung pada Pilgubsu 2018

Berebut Partai Pengusung pada Pilgubsu 2018
Oleh: Alexander Firdaust Meliala
Pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Hotel Santika, Medan, Senin (22/8/2016) lalu telah memenangkan Ngogesa Sitepu sebagai pemimpin Partai Golkar Sumut untuk masa hingga lima tahun mendatang.

Dua bulan setelahnya, partai lain yang memiliki perwakilan signifikan di kursi DPRD Sumut pun kembali menggelar Musda. Kali ini adalah Partai Demokrat Sumut yang melangsungkan Musda ke-III di Hotel Polonia, Medan, Selasa (18/10/2016). Menurut kabarnya, melalui Musda tersebut telah memenangkan Jopinus Ramli (JR) Saragih sebagai Ketua Partai Demokrat periode 2016-2021.

Keberhasilan Ngogesa Sitepu dan JR Saragih menjadi pimpinan dua partai besar di Sumatera Utara kian menarik, sebab masing-masing sosok yang kini masih menjabat sebagai bupati di wilayah masing-masing telah digadang-gadang bakal maju pada bursa Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 mendatang.

Merujuk kepada undang-undang nomor 8 tahun 2015 Tentang Pemilihan Kepala Daerah, maka syarat pencalonan kepala daerah adalah didukung sekurang-kurangnya partai politik (parpol) atau gabung parpol yang memiliki 20 persen kursi atau 25 persen suara sah pemilu 2014.

Berdasarkan penetapan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Selasa (13/05/2014) terhadap 100 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingat provinsi yang terpilih dalam Pemilihan Umum tahun 2014, Partai Golkar meraih sebanyak 17 kursi, disusul PDI Perjuangan 16 kursi, Partai Demokrat 14 kursi, Partai Gerindra 13 kursi, dan Partai Hanura 10 kursi.

Adapun Parpol peserta pemilu lainnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 6 kursi, Partai NasDem 5 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 3 kursi, serta Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI) 3 kursi.

Dengan data tersebut, maka Ngogesa Sitepu sebagai Ketua Golkar Sumut masih perlu dukungan tiga kursi parpol lain agar dapat mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara pada Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018. Begitupula JR Saragih sebagai Ketua Partai Demokrat Sumut masih perlu dukungan 6 kursi parpol lain agar dapat mencalonkan diri.

Selain Partai Golkar dan Partai Demokrat, di Sumatera Utara masih terdapat sejumlah partai yang memiliki perwakilan yang cukup signifikan di DPRD, diantaranya PDI Perjuangan (16 kursi), Partai Gerindra (13 kursi), Partai Hanura (10 kursi), dan PKS (9 kursi).

Dari PDI Perjuangan sejumlah nama yang bakal diusung pada Pilgubsu 2018 telah bermunculan, dan salah satu yang paling senter disebut-sebut adalah nama Maruarar Sirait.

Sementara itu, dari Partai Gerindra telah muncul pula nama Gus Irawan Pasaribu yang bakal dijagokan merebut tampuk kepemimpinan di Sumut. Adapun kandidat bakal calon gubernur dari Partai Hanura dan PKS hingga kini belum memiliki nama sosok yang terlalu ditonjolkan.

Sejauh ini, sejumlah nama yang bakal maju di bursa Pilgubsu 2018 memang sudah mulai bermunculan, diantaranya Ngogesa Sitepu, JR Saragih, Tengku Erry Nuradi sebagai petahana, Maruarar Sirait, Gus Irawan Pasaribu, Edy Rahmayadi, hingga Direktur Pemberitaan MNC Media Arya Sinulingga yang juga tercatat sebagai Ketua DPP Partai Perindo.

Bila Ngogesa Sitepu, JR Saragih, Maruar Sirat, dan Gus Irawan Pasaribu dianggap telah memiliki ‘perahu’ melalui partai masing-masing meski pun belum terlalu signifikan karena masih harus menggandeng partai lain memenuhi persyaratan pencalonan, lalu bagaimana dengan Tengku Erry sebagai petahana?

Sebagaimana diketahui, Tengku Erry Nuradi adalah sosok Gubernur Sumatera Utara yang kini masih menjabat. Erry Nuradi juga tercatat sebagai Ketua Partai NasDem Sumut yang hanya memiliki 5 kursi di DPRD. Dengan jumlah kursi yang dimiliki oleh Partai NasDem, maka butuh dukungan 15 kursi lagi dari partai lain untuk memajukan sosok petahana ini pada gelaran Pilkada Sumut 2018.

Adapun Edy Rahmayadi tentu masih butuh ekstra kerja keras lagi melakukan pendekatan kepada parpol yang ada hingga dapat melenggang ke pegelaran Pilkada Sumut 2018. Begitu juga Arya Sinulingga, meski tercatat sebagai Ketua DPP Partai Perindo, namun masih harus berjuang keras meyakinkan parpol lain untuk mengusung dirinya, sebab sebagaimana diketahui Partai Perindo belum dapat mengusung calon kepala daerah mengingat partai ini bukanlah sebagai peserta Pemilu 2014.