Belajar Beradaptasi dengan Realita Politik

Belajar Beradaptasi dengan Realita Politik
Oleh: Alexander Firdaust Meliala

Sipayo.com – Selain perkembangbiakan dan seleksi alam, adaptasi adalah salah satu faktor penunjang kelangsungan hidup makhluk hidup. Ketika makhluk hidup tak dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan, hukumnya adalah kepunahan.

Adaptasi juga berlaku di dunia politik. Siapa yang tidak dapat membaca arah politik dan menerapkannya secara baik, maka bersiap-siaplah tersingkir dan jatuh kedalam jurang terdalam sehingga akan sulit bangkit kembali.

Orang-orang Karo yang sangat kental ideologi marhaenisme-nya pernah mengalami hal itu. Fanatisme berlebihan orang-orang Karo terhadap Bung Karno sebagai bapak marhaenisme, menyebabkan mereka turut diasingkan dari panggung politik Republik Indonesia selama 32 tahun di era Orde Baru Soeharto.

Banyak generasi muda Karo menyesalkan kejadian tersingkirinya orang-orang Karo dari peta perpolitikan nasional selama 32 tahun. Mereka menganggap kejadian ini merupakan sesuatu hal ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan penguasa terhadap gerak politik orang-orang Karo.

Lalu apakah cukup hanya sampai disitu, menyesal dan bersungut-sungut menyikapi ketidakadilan dan kesewenang-wenangan dengan upaya pengengkangan terhadap kebebasan berpolitik masyarakat Karo selama tiga dekade lebih? 

Sebagai jawabanya, tidak cukup hanya sekedar sungut-sungut, tapi justru ini harus dijadikan sebagai pelajaran berharga agar tidak sempat terjatuh lagi di dalam lubang yang sama.

Pelajaran penting dan sangat berharga yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah bahwa memang demikian realita politik sebenarnya. Politik adalah ranah abu-abu yang sebenarnya keras, serta tidak mengenal warna hitam maupun putih. 

Sama halnya dengan makhluk hidup harus mampu beradaptasi dengan baik untuk kelangsungan hidup pada lingkungan alam yang keras, demikian pula ranah politik harus disikapi sebagai ranah yang tidak kalah keras, sehingga perlu teknik adaptasi yang baik dalam rangka menaklukkanya.