KDMPB Gelar Diskusi Terkait Wacana Pemindahan Ibukota Indonesia

KDMPB Gelar Diskusi Terkait Wacana Pemindahan Ibukota Indonesia
Sipayo.com – Wacana pemindahahan Ibukota Indonesia dari Jakarta telah banyak didiskusikan sejak masa kepresidenan Soekarno. Pada tahun 2010, wacana ini kembali berlanjut dengan munculnya ide pembentukan ibukota baru yang akan terpisah dari pusat ekonomi dan komersial negara.

Sejak 2010, wacana pemindahan ibukota nyaris tak terdengar lagi. Justru wacana itu kembali mengemuka, seiring dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo baru-baru ini yang meminta Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk mengkaji kemungkinan pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya.

Menyadari bahwa isu Pemindahan Ibukota Indonesia kini kembali berkembang luas di tengah masyarakat, Komunitas Diskusi Mahasiswa Pencinta Bangsa (KDMPB) turut menggelar diskusi terkait wacana ini, Jumat (21/04/1017). (Baca: Mengenal Komunitas Diskusi Mahasiswa Pecinta Bangsa)

Berdasarkan hasil diskusi tersebut, KDMPB berkesimpulan bahwa pemindahan Ibukota Jakarta ke Palangkaraya memiliki dampak negatif dan positif.

“Berdasarkan dikusi yang kami gelar kemarin, pemindahan Ibukota Jakarta ke Palangkaraya memiliki dampak negatif terhadap kota Palangkaraya sendiri, yakni akan timbulnya dampak pemanasan global secara langsung di kota ini, polusi udara, karena banyak pohon-pohon yang ada di Palangkaraya akan ditebang, apalagi Palangkaraya termasuk atau terkenal dengan salah satu paru-paru dunia,” ujar Koordinator KDMPB Alpandi Pinem ketika dihubungi Sipayo.com, Sabtu (22/4/2017).

Selanjutnya menurut Alpandi, pemindahan Ibukota negara juga akan memiliki dampak positif, khususnya terhadap Jakarta. Mulai dari akan berkurangnya kemacetan, bencana alam seperti banjir, polusi udara, dan mengurangi kepadatan penduduk di Jakarta.

“Selebihnya pemindahan ibukota juga dapat membantu pemerintah menciptakan dan mengkontrol atau menata rapi ibukota baru sebagaimana ibukota negara lain, apalagi Palangkaraya mempunyai sumberdaya alam sangat melimpah, hal ini tentu akan menjadi faktor pendukung pembangunan ibukota menjadi tertata dengan lebih baik dan maju” ujar Alpandi.

Sebagaimana diketahui, diskusi KDMPB kali ini tidak banyak diikuti oleh anggotanya mengingat beberapa kampus di Kota Medan tengah mengadakan ujian tengah semester. Adapun anggota KDMPB yang turut serta dalam diskusi ini, diantaranya Alpandi Pinem, Hani Arista Pinem, Hana Sitepu, dan Desi Meitiara.