Benarkah Pendukung Ahok Adalah Pendukung Pemerintah Jokowi?

Benarkah Pendukung Ahok Adalah Pendukung Pemerintah Jokowi?
Oleh: Brandy Karosekali

Vonis dua tahun penjara terhadap Ahok yang ditetapkan oleh pengadilan resmi Negara Indonesia langsung ditanggapi sinis oleh para pendukung Ahok. Sebagian besar diantara mereka justru menuding bahwa rasa keadilan di negeri ini sudah mati, sehingga cenderung mendukung intervensi dunia internasional (PBB, Parlemen Belanda, Dubes Inggris, dll) terhadap peradilan Indonesia dalam penanganan kasus Ahok.

Bukankah apa yang dipertunjukkan oleh pendukung Ahok ini sebenarnya telah cacat secara logika? Pada satu sisi mereka juga menyebut diri sebagai pendukung Presiden Jokowi. Tak jarang pula selama ini mereka kerap melontarkan pernyataan puja-puji terhadap presiden.

Jokowi adalah Presiden Indonesia yang bersih, jujur, dan merakyat kata mereka. Dengan rekam jejak yang demikian, maka para pendukung Ahok juga menyatakan sangat yakin, Jokowi akan mampu membawa perubahan besar untuk Indonesia.

Seorang presiden yang berhasil dalam kepemimpinan adalah presiden yang mampu memajukan pembangunan negara yang dipimpinnya. Tidak hanya sampai disitu presiden juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi negara, sekaligus menjamin penegakan hukum secara adil dan merata.

Terkait putusan hukum yang dialamatkan terhadap Ahok, apakah dalam hal ini pendukung Ahok sudah tidak percaya lagi terhadap Presiden Jokowi yang selama ini kerap mereka puja-puji itu?

Dalam pernyataanya di media, Presiden telah menegaskan bahwa pemerintah tidak mengintervensi perkara hukum  Ahok. Jokowi juga mengingatkan bahwa semua masyarakat harus percaya terhadap mekanisme hukum yang ada untuk menyelesaikan setiap masalah. Sebab, dengan cara itulah sebuah negara demokratis dalam menyelesaikan perbedaan-perbedaan pandangan yang ada.

Kembali kepada soal intervensi dunia internasional terhadap peradilan Indonesia dalam penanganan kasus Ahok. Ketika pendukung Ahok justru mendukung dunia internasional, bukankah dalam hal ini mereka juga sekaligus akan menjatuhkan wibawa Presiden Jokowi di mata dunia internasional?