Kinerja Jeblok, Tengku Erry Dinilai Gagal Pimpin Sumatera Utara

Kinerja Jeblok, Tengku Erry Dinilai Gagal Pimpin Sumatera Utara
Sipayo.com – Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi dinilai telah gagal menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di daerah ini karena hasil kerja jeblok. Hal itu terungkap melalui keputusan yang disampaikan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumut mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Sumatera Utara 2016

Pernyataan kegagalan Tengku Erry memimpin Sumut disampaikan oleh Ketua DPRD Sumut, Wagirin Aman, saat membacakan hasil keputusan DPRD Sumut terkait Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumut Akhir Tahun Anggaran 2016, di Ruang Paripurna DPRD Sumut, Jumat (26/5/2017).

“Kami menjadikan rekomendasi pansus dan pandangan fraksi sebagai dasar akan keputusan ini. Keputusan ini akan langsung kita sampaikan kepada Gubernur agar beliau meningkatkan kinerja di tahun 2017 ini sehingga target sasaran yang sudah diamanatkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 5 tahun 2014 tentang RPJMD Sumatera Utara tahun 2013-2018 bisa terwujud,” kata Wagirin.

Pansus DPRD juga memberikan catatan khusus terkait jargon “Sumut Paten” yang kerap digunakan gubernur dalam program Pemerintah Provinsi. Pansus menilai jargon tersebut tidak memiliki relasi dengan kondisi di Sumut. Jargon itu juga tidak pernah disepakati menjadi jargon daerah.

Jargon itu menurut pansus justru diasosiasikan dengan sosok gubernur (Pak Tengku Erry Nuradi/Paten) untuk kepentingan pencitraan politiknya. Sehingga pansus DPRD merekomendasikan penghentian penggunaan jargon itu, serta meminta pertanggungjawaban atas seluruh program pemerintah yang menggunakan jargon itu.

Sebagaimana diketahui, keputusan terkait kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diambil dari hasil rekomendasi panitia khusus (Pansus) DPRD Sumut untuk LKPJ Gubernur Sumut akhir tahun 2016 yang sudah ditanggapi 9 fraksi DPRD Sumut.