Motif Pengakuan Intervensi JK di Balik Pencalonan Anies

Motif Pengakuan Intervensi JK di Balik Pencalonan Anies
Oleh: Alexander Firdaust Meliala

Pengakuan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan terkait intervensi Jusuf Kalla (JK) dalam penetapan calon Gubernur DKI Jakarta telah menghebohkan jagat media nasional dalam beberapa hari terakhir.

Masifnya pemberitaan terkait pengakuan Zulkifli di media massa sempat mengundang pertanyaan tersendiri bagiku secara pribadi. Apa sebenarnya motif Zulkifi membuat pengakuan, dimana pada sisi lain media juga secara terus menerus memblow-up?

Pertanyaan itu akhirnya sedikit terjawab dengan ada pernyataan dari Waketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Dasco, berbagai manuver sedang dilakukan untuk meredam kekuatan Prabowo Subianto menuju Pilpres 2019.

Manuver tersebut dimulai dari PAN dan PPP yang bercerita tentang awal mula pengusungan Anies Baswedan sebagai cagub DKI, yang disebut bukan murni karena peran Prabowo.

“Ya kalau kita itu sah-sah saja (upaya meredam Prabowo). Tapi kan publik bisa melihat siapa mengusung siapa pada putaran pertama,” ujar Dasco Ahmad sebagaimana dikutip dari DetikCom, Jumat (5/5/2017).

Dasco juga mengungkapkan cerita di balik pengusungan Anies yang disebut dapat intervensi oleh Wapres RI, Jusuf Kalla. Dia mengakui memang waktu itu Prabowo butuh masukan, salah satunya mungkin dari JK. Namun, keputusan mengusung Anies tetap di tangan Prabowo.

“Kalau soal namanya mengusung, apalagi daerah Jakarta, kan itu Pak Prabowo yang memutuskan. Di Partai Gerindra, kan beliau perlu banyak masukan dari banyak pihak juga, mungkin salah satunya dari Pak JK atau senior yang lain, kan sah-sah saja,” tuturnya.

Dasco turut menanggapi fenomena saling klaim soal pengusungan Anies sebagai cagub belakangan ini. Menurutnya, itu biasa, namun tetap Gerindra dan PKS yang mengambil keputusan sebelum mengenalkan Anies-Sandi sebagai pasangan cagub-cawagub DKI.

“Kalau banyak partai yang merasa ini, kita lihat saja, pada waktu mengusung putaran pertama, siapa yang mengusung siapa. Bahwa kemudian di putaran dua ada yang ikutan, sah-sah saja. Biar publik yang menilai, gitu,” ucap Dasco.

Apakah motif pengakuan Zulkifli Hasan hanya sebatas manuver untuk meredam kekuatan Prabowo Subianto menuju Pilpres 2019 sebagaimana pengakuan Dasco Ahmad? Bisa jadi memang hanya seperti demikian, namun bila masih ada motif lain, tentu akhirnya akan terbuka juga kepada publik.