Bergandengan Tangan Mendukung Gerakan Karo Tolak Narkoba

Bergandengan Tangan Mendukung Gerakan Karo Tolak Narkoba

Foto: Gerakan Karo Tolak Narkoba

Sipayo.com – Genderang perang melawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) di Kabupaten Karo telah mulai ditabuh secara gencar melalui aksi Gerakan Karo Tolak Narkoba (#GerakanKaroTolakNarkoba).

Gerakan ini pada awalnya muncul dari grup di WhatsApp yang mengemuka atas keprihatinan sejumlah pihak atas peredaran narkoba yang dianggap kian marak dan berbahaya untuk generasi muda di Kabupaten Karo.

Belakangan tokoh muda asal Sumatera Utara yang tinggal di Jakarta, Arya Sinulingga terlihat sangat pro aktif dalam gerakan ini. Gerakan pun kian meluas dengan penyebaran spanduk-spanduk tolak narkoba di seluruh desa-desa di Kabupaten Karo, bahkan mengemuka menjadi pemberitaan di sejumlah stasiun televisi swasta nasional.

Selain isu #GerakanKaroTolakNarkoba yang kian meluas, Arya Sinulingga bersama dua orang penggiat lain juga telah bertemu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso di Jakarta beberapa waktu lalu. (Baca: Perwakilan Gerakan Karo Tolak Narkoba Bertemu Budi Waseso)

Semakin meluasnya #GerakanKaroTolakNarkoba, membuat segelintir orang yang ditengarai tidak senang dengan gerakan ini mulai mengeluarkan suara-suara bernada sumbang si sosial media.

Seorang penggiat pendidikan di Kabupaten Karo, Sam Nangin yang mengaku tidak punya kedekatan dengan Arya Sinulingga, justru buka suara menjawab suara-suara sumbang tersebut.

Berikut pernyataan Sam Nangin dalam rangka memberikan apresiasi yang tinggi terhadap #GerakanKaroTolakNarkoba yang ditulisnya melalui lamaan Facebook pribadinya:

Oleh: Sam Nangin

Saya tidak pernah ketemu dengan Arya Sinulingga, hanya tegur sapa melalui medsos.

Sentabi, nembah jari sepuluh, mindo maaf adi lit sisalah. Bujur ras mejuah-juah.

Kebetulan ada pula saya lihat dan amati beberapa postingan di medsos yang seolah-olah mencibir program iklan perang anti narkoba melalui media off air: Spanduk, On Air: FB dan Tayangan TV yang digagas Arya Sinulingga. Lho…Saya berpikir kenapa ya ada yang mencibir? Bukankah ini positif? Lha… Ada pula yang bilang cuma spanduk nya…?

Coba kita renungkan, rokok dikenal dan selanjutnya dinikmati oleh anak-anak usia remaja kebanyakan melalui iklan, perusahaan rokok sangat jelit melihat ini sehingga rela menggelontorkan sekitar 25 persen dari laba perusahaan untuk iklan rokok, baik iklan off air maupun iklan on air.

Meski iklan rokok agak diskriminatif dibuat peraturannya oleh pemerintah (disetiap iklan rokok ada peringatan rokok membunuh anda), namun iklan itu tetap ada dan dengan biaya mahal. Sekali kesimpulannya, iklan itu sangat penting untuk mempengaruhi sasaran target (konsumen).

Kalau ada yang mengharapkan Arya Sinulingga membasmi narkoba, manalah mungkin dia menangkapi bandar, karena dia bukan aparat hukum. Arya Sinulingga sudah sangat tepat melaksanakan perang narkoba sesuai dengan bidangnya di dunia pertelevisian yang sangat erat dengan dunia iklan tentunya.

Jika Arya Sinulingga memiliki misi tersembunyi dalam perang narkoba (misi politik misalnya), saya kira tidak ada salahnya juga, bagus kan? Jikapun seandainya dia berhasil duduk sebagai caleg atau gubernur berkat prestasinya dalam perang spanduk narkoba, bukankah masyarakat Karo pantas berbangga hatinya, daripada duduk bermodal bayar Rp100-200 ribu/suara?

Jika ada yang menyanjung-nyanjung seseorang tokoh yang sudah di kira berhasil memerangi narkoba, apa benar? Apa narkoba sudah hilang dari Tanah Karo? Kawan, perang narkoba harus kita laksanakan bersama-sama, tanpa menyanjung sembari menyudutkan, karena narkoba ini termasuk ekstra ordinary crime.

Marilah bergandengan tangan, dukunglah bangsa kita, intest bangsa Karo dalam berkarya, sekecil apapun karyanya. Kita dukung sehingga kelak dia mampu berkarya yang lebih besar.