Gadis Cantik Ini Telah Jadi CEO di Usia 16 Tahun, Ini Dia Rahasianya…

Gadis Cantik Ini Telah Jadi CEO di Usia 16 Tahun, Ini Dia Rahasianya…

Foto Ali Kitinas (Instagram/@alikitinas)

Sipayo.com – Ketika baru menginjak usia 16 tahun, sebagian kalangan mungkin masih sibuk bermain atau mengerjakan pekerjaan rumah. Namun di umur yang masih sangat belia, Ali Kitinas justru telah jadi seorang pengusaha sukses. Lalu apa rahasianya?

Gadis cantik asal Australia ini cukup sukses membangun bisnis dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu CEO wanita muda profesional. Ali bahkan sudah bisa mempekerjakan ibunya sendiri yang juga merupakan seorang pebisnis handal.

Ali merupakan pendiri sekaligus CEO dari merek body scrub bernama Freedom Scrub sejak 2015. Remaja ini ternyata memang sudah familiar dengan bisnis sedari kecil sehingga memutuskan untuk membuka usaha di usia belia. Ali mengatakan jika hasrat dan ilmu bisnisnya dipelajari dari ibunda, Lynne Kitinas yang beralih karier menjadi CEO saat usia Ali 11 tahun.

“Sejak usia yang sangat muda, aku seperti terikat di pinggang ibuku. Aku pergi ke pertemuan bisnis dengannya dan menyerap semuanya seperti spons,” ungkapnya dilansir Daily Mail.

Sebelum berbisnis scrub, Ali ternyata sudah pernah mencoba bisnis agensi marketing di usianya yang baru 11 tahun. Ia pun terpikir untuk membuat produk scrub pada usia 16 tahun setelah mengetahui realita menyedihkan di balik perdagangan manusia di India. Ali kemudian ingin membuat usaha yang bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Foto Ali Kitinas (Instagram/@alikitinas)

“Freedom Scrub dibangun sekitar tahun 2015 setelah aku pergi ke Kolkata dan mengetahui betapa berbahayanya perdagangan manusia di sana. Aku selalu senang memberi dan aku ingin menyampaikan pesan bahwa orang-orang muda bisa menolong,” kata Ali.

Freedom Scrub sendiri merupakan scrub berbahan kopi yang diproduksi secara etis. Sebagian hasil penjualan scrub itu pun disumbangkan untuk menyediakan pelayanan medis dan kesehatan untuk anak-anak yang tinggal di jalanan Kolkata.

Untuk membantu brand tersebut, Ali meminta pertolongan ibunya sendiri yang juga seorang CEO. Ia mengaku benar-benar mempekerjakannya bahkan sang ibu pernah meminta naik gaji kepada Ali. Ibu Ali pun bertugas mengurus masalah legal dan finansial. Sedangan Ali lebih lebih sering bersinggungan dengan urusan marketing dan produk.