Permintaan Kolang – Kaling Simalungun Meningkat

Permintaan Kolang – Kaling Simalungun Meningkat

Sipayo.com – Kolang – kaling merupakan salah satu camilan yang biasa disajikan oleh tuan rumah pada tamu yang datang pada saat hari raya Idul Fitri.

Melihat hal tersebut, maka menjelang hari Raya Idul Fitri tahun ini permintaan akan kolang – kaling semakin meningkat dipasar.

Tingginya permintaan akan kolang – kaling ini, menyebabkan para pengusaha industri rumahan kolang – kaling dikawasan desa Sait Buttu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Simalungun.

Kolang – Kaling berasal dari biji rumah aren sebenarnya banyak didatangkan dari wilayah simalungun dan sekitarnya. Proses pembuatan kolang – kaling terbilang sangat sederhana.

Pertama kali buah aren harus dipisahkan dari tangkainya. Pertama kali buah aren harus dipisahkan dari tangkainya. Setelah itu direbus dengan air mendidih dan selanjutnya dikupas dengan menggunakan pisau dan alat buatan sendiri. Dan terakhir mencuci buah kolang – kaling hingga bersih.

Biasanya, saat bulan puasa kolang – kaling banyak diburu warga untuk dibuat manisan dihari lebaran. Sehingga permintaan terus meningkatkan dan membuat para pembuat kolang – kaling di Simalungun kewalahan menerima pemesanan.

Pengusaha kolang – kaling, Elsuraya Sihombing, harga kolang – kaling ditingkat industri rumahan, dihari biasa 3.000 perkilogramnya. Namun menjelang lebaran seperti ini biasanya bisa mencapai 8.000 hingga 10.000 perkilogram.

menurut Elsuraya, dalam sehari, industrinya mampu membuat kolang – kaling sebanyak 10 ton. Berbeda dihari biasa yang dibuat sebanyak 2 ton saja, untuk dipasarkan dipasar tradisional. Namun menjelang lebaran kolang – kaling ini dipasarkan hingga ke luar Sumatera Utara seperti Palembang, Pekanbaru, dan Jakarta.