3 Kasus Korupsi di Dairi Akan Dilimpahkan ke Tipikor Medan

3 Kasus Korupsi di Dairi Akan Dilimpahkan ke Tipikor Medan

Foto: Kantor Pengadilan Tipikor Medan

Sipayo.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi segera akan melimpahkan tiga kasus korupsi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan untuk disidingkan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Kejari Dairi, Johnny William Pardede melalui kepala seksi tindak pidana kasus (kasi pidsus) Chairul Wijaya SH kepada wartawan baru-baru ini di Sidikalang.

Direncanakan Juli ini sudah masuk ke meja hijau di Pengadilan Tipikor Medan,” kata Chairul Wijaya.

Lebih lanjut Chairul Wijaya mengatakan, kasus yang dimaksud adalah peyimpangan dana sosialisasi pemilu tahun 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan berbiaya Rp641 juta tersebut diduga diselewengkan dan menyebabkan kerugian keuangan negara Rp471 juta.

Dalam kasus tersebut, penyidik telah menentapkan Ketua KPU Pakpak Bharat Sahitar Berutu, dan 4 komisioner lainnya masing-masing Sahrun Kudadiri, Tunggul Monang Habeahan, Ren Haney Lorawaty Manik dan Daulat M Solin sebagai tersangka. Kelimanya telah ditahan di Rutan Sidikalang sejak awal Maret lalu. Dari nilai kerugian, dikembalikan Rp 190 juta.

Kasus kedua adalah penyelewengan uang raskin oleh oknum camat Sumbul Kabupaten Dairi berinisial Monang Habeahan tahun 2015-2016. Dari kerugian negara Rp598.271.000, Monang membayar Rp 295.257.000. Tersangka ini juga ditahan di Rutan Sidikalang.

Sementara kasus ketiga yang akan dilimpah adalah dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di ruang Ponek RSU Sidikalang tahun 2012 berbiaya Rp2,2 milliar yang merugikan keuangan negara sebesar Rp551 juta.

Dari jumlah kerugian negara dimaksud, sebahagian telah dikembalikan dan disetor oleh tersangka Idam Koes Hendarto selaku direktur CV. RAL yang menjadi kontraktor pelaksana kegiatan. Dalam perkara tersebut kontraktor Idam Koes Hendarto dan Ketua Panitia Lelang berinisial Mico Lestari Marbun ditetapkan tersangka dan berkas perkara sudah P21 dan hanya menunggu tahap 2 dari penyidik Polres Dairi.

Sebelumnya, dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di ruang Ponek RSU Sidikalang dimaksud, pejabat pembuat komitmen (PPK) Nurhasianta Manik telah divonis bersalah oleh pengadilan tipikor.