7 Fakta Olo Panggabean, Preman Medan Paling Ditakuti pada Masanya

7 Fakta Olo Panggabean, Preman Medan Paling Ditakuti pada Masanya

Foto: Olo Panggabean

Sipayo.com – Selain memiliki sosok preman legendaris yang paling disegani pada masanya, yakni Effendi Nasution alias Pendi Keling, Medan sebagai kota cikal bakal lahirnya kata preman di Indonesia juga dikenal memiliki preman lain yang tidak kalah populer dan paling ditakuti pada masanya.

Dialah Olo Panggabean, yakni sosok yang pada awalnya dimentori oleh Pendi Keling di organisasi Pemuda Pancasila (PP), dan kemudian mendirikan organisasi kepemudaan lain yang sangat terkenal di Sumatera Utara, yakni organisasi Ikatan Pemuda Karya (IPK).

Olo Panggabean yang memiliki nama lengkap Sahara Oloan Panggabean lahir di Tarutung, Kabuapten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 24 Mei 1941. Dia meninggal pada usia 64 tahun, tepanya pada tanggal 30 April 2009 lalu di Rumah Sakit Glenegles Medan.

Berikut ini adalah 7 fakta terkait Olo yang dihimpun Sipayo.com dari berbagai sumber:

1. Arti nama Olo adalah Ya atau OK

Sahara Oloan Pangabean adalah nama lengkapnya tapi beliau lebih suka di panggil Olo, yakni bahasa Batak yang bila diartikan ke Bahasa Indonesia berarti, YA atau OK.

2. Mantan anggota OKP Pemuda Pancasila (PP)

Olo Panggabean diperhitungkan setelah keluar dari organisasi Pemuda Pancasila, saat itu di bawah naungan Effendi Nasution alias Pendi Keling, Olo Panggabean bersama sahabat dekatnya, Syamsul Samah mendirikan IPK. Masa mudanya itu, dia dikenal sebagai preman besar.

3. Debt collector

Wilayah kekuasannya di kawasan bisnis di Petisah. Dia juga sering dipergunakan oleh pihak tertentu sebagai debt collector. Sementara organisasi yang didirikan terus berkembang, sebagai bagian dari lanjutan Sentral Organisasi Buruh Pancasila (SOB Pancasila), di bawah naungan dari Koordinasi Ikatan – Ikatan Pancasila (KODI), dan pendukung Penegak Amanat Rakyat Indonesia (Gakari).

4. Di perhitungkan setelah mendirikan Organisasi IPK

Melalui IPK Olo kemudian membangun “kerajaannya” yang sempat malang melintang di berbagai aspek kehidupan di Sumut dan menghantarkannya dengan julukan “Ketua”.

5. Julukan Kepala Preman berasal dari plat kenderaan

Olo disebut “Kepala Preman”, karna dikaitkan dengan nomor seri plat kendaraannya yang seluruhnya berujung “KP”.

6. Raja Judi (terasa tapi tak teraba)

Olo juga dikenal orang sebagai “Raja Judi” yang mengelola perjudian di Sumut. Namun segala hal tersebut, belum pernah tersentuh atau dibuktikan oleh pihak yang berwajib. Terasa, tapi tidak teraba.

7. Olo Tidak Pernah Menikah

Setelah di telesuri informasi dari berbagai kalangan dan media mengenai kehidupan rumah tangga OLO ternyata sampai akhir kehidupan nya Olo tidak pernah menikah.