Akper Dairi Tak Lagi Menerima Mahasiswa Baru dan Ditutup Tahun 2019

Akper Dairi Tak Lagi Menerima Mahasiswa Baru dan Ditutup Tahun 2019

Foto: Akademi Keperawatan (Akper) Dairi

Sipayo.com – Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Dairi akan ditutup pada tahun 2019. Akper yang berlokasi di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi ini juga dipastikan tidak akan menerima mahasiswa baru terhitung tahun pendidikan 2017.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Akper Robert Silalahi, Kamis (6/7/2017) saat mengikuti rapat dengan Komisi C DPDR Kabupaten Dairi.

Menurut Robert, pembubaran Akper dimaksud sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Daerah tidak lagi menangani urusan perguruan tinggi, namun akan berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Hingga kini tidak ada perguruan tinggi negeri (PTN) tempat bergabung sesuai jenjang pendidikan tinggi meski telah melakukan koordinasi dengan USU dan Poltekes Medan. Hingga kini tidak ada kepastian untuk bergabung sesuai ditetapkan Kemenristek Dikti,” ujarnya.

Dengan alasan tersebut, Pemkab Dairi sudah memilih akan menutup total Akper program Diploma 3 (D3). “Usulan untuk bergabung dengan PTN sudah diupayakan. Namun, usaha yang dilakukan tidak menjamin kepastian bisa bergabung atau tidak. Sehingga sudah diputuskan, tahun 2017 ini tidak lagi menerima mahasiswa baru,” terangnya.

Lebih lanjut Robert menjelaskan, saat ini jumlah mahasiswa di Akper Pemkab Dairi sebanyak 122 orang yang berada di semeter II dan IV. Keberadaan mereka dijamin hingga tamat tahun 2019 mendatang.

“Begitu juga legalitas ijazah sudah dijamin. Akper sudah terakreditasi C yang dikeluarkan olen BAN PT/Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM) Jakarta. Artinya, legalitas ijazah ataupun tamatan Akper Pemkab Dairi terjamin dan bisa ikut tes masuk aparatur sipil negara (ASN),” tandasnya.

Robert melanjutkan, di lokasi Akper Pemkab Dairi setelah ditutup pada tahun 2019, akan dijadikan Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Latihan dibawah Dinas Kesehatan.