Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Mahasiswi ITB Saat Tiba di Tarutung

Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Mahasiswi ITB Saat Tiba di Tarutung

Foto: Sartika Tio Silalahi Saat Masih Hidup

Sipayo.com – Kedatangan jenazah mahasiswi Insitut Teknologi Bandung (ITB), Sartika Tio Silalahi (21) diwarnai isak tangis dari pihak keluarga dan kaum kerabat di Desa Sosunggulon, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Jenazah tiba di rumah duka di Tarutung, Rabu (12/7/2017) sekitar pukul 6.20 WIB pagi yang dibawa oleh mobil ambulans.

Tak hanya pihak keluarga dan kerabat, warga juga tampak turut meneteskan air mata haru saat jenazah Sartika diturunkan dari mobil ambulans menuju rumah duka.

Orang tua Sartika, G Silalahi dan istrinya boru Panggabean menangis keras dan memilukan. Begitu juga ibu Sartika boru Panggabean yang merasa terpukul mengetahui anaknya meninggal.

selain itu, tampak pula warga yang simpatik dan puluhan alumni rekan-rekan Sartika saat SMA dulu, secara bergantian mendatangi rumah duka.

Menurut keterangan orang tua Sartika, G Silalahi, mengatakan pemakaman akan dilaksanakan pada Kamis (13/7/2017) karena masih akan menunggu kakaknya dari Pontianak, Kalimantan Barat. “Kakaknya ingin melihat langsung pemakaman adeknya,” ujar Silalahi.

Sebagaimana diketahui, Sartika Tio Silalahi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamar kostnya di Jalan Plesiran, RT 01 RW 05, Taman Sari, Kota Bandung, Selasa (11/7/2017) kemarin. (Baca: Mahasiswi Cantik ITB asal Tarutung Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kamar Kosnya)

Berdasarkan keterangan Kepala Polrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, jenazah Sartika Silalahi ditemukan sekitar pukul 01.00 WIB di rumah kos-kosan. Menurut Hendro, pada awalnya tidak ada yang curiga dengan kondisi kos gadis asal Tarutung, Sumatera Utara, itu.

Pada Senin (10/7/2017) sekitar pukul 20.30 WIB, orangtua Sartika menghubungi pengurus kos-kos yang bernama Tuti Tresnawati lantaran sudah tiga hari anaknya tidak ada kabar berita. Ponsel milik Sartika pun tidak bisa dihubungi.

“Pengurus kos melalui chat grup LINE meminta teman-teman kos untuk melihat ke kamar 206 yang dihuni almarhum. Dari hasil pengecekan baru diketahui sekitar jam 23.30 WIB setelah dilihat dari atas jendela kamar, terlihat sesosok mayat tergeletak dan mengeluarkan bau tidak sedap,” ungkapnya.