Sangat Ditakuti Sebagai Preman, Olo Panggabean Justru Sosok Dermawan

Sangat Ditakuti Sebagai Preman, Olo Panggabean Justru Sosok Dermawan

Foto: Olo Panggabean

Sipayo.com – Almarhum Olo Panggabean dikenal sebagai sosok preman yang pernah paling ditakuti di Sumatera Utara. Banyak sosok jagoan di Sumut langsung ‘mati kutu’ ketika harus diperhadapkan dengan pendiri organisasi Ikatan Pemuda Karya (IPK) itu.

Tidak jarang kalangan aparat juga disebut-sebut banyak yang tunduk terhadap pria kelahiran Tarutung, 24 Mei 1941 itu. Kalau tidak mengikuti kemauan Olo, maka sebagai konsekwensinya, aparat yang tidak tunduk akan langsung dipindah tugaskan.

Dibalik sosoknya yang sangat ditakuti banyak orang, justru banyak pula diantara kalangan artis yang disebut-sebut memiliki kedekatan tersendiri dengan Olo Panggabean. Salah satunya adalah penyanyi Rossa (Baca: Penyanyi Top Indonesia Ini Pernah Punya Kedekatan Khusus dengan Olo Panggabean).

Kedekatan Olo dengan sejumlah kalangan mungkin jadi sejalan lurus dengan kepribadiannya yang juga kerap disebut-sebut banyak kalangan sebagai sosok sederhana dan dermawan. Sosoknya kerap juga dianggap bertolak belakang dari sebutannya yang dikenal sebagai “Kepala Preman”.

Langkah positif dalam perjalanan hidupnya terutama sifat kedermawanan dan kepeduliannya kepada rakyat yang kurang mampu juga banyak disebut dan puji. Kisah sedih bayi kembar siam Angi-Anjeli anak dari pasangan Subari dan Neng Harmaini yang kesulitan membiayai dana operasi pemisahan di Singapura, tahun 2004 adalah satu contoh kedermawanan Olo paling mendebarkan.

Ibu sang bayi, Neng Harmaini, melahirkan mereka di RS Vita Insani, Pematang Siantar, Rabu, 11 Pebruari 2004 pukul 08.00 WIB, melalui operasi caesar. Bayi kembar siam ini harus diselamatkan dengan operasi cesar, tapi orangtuanya tidak mampu.

Ditengah pejabat Pemprovsu dan Pemko Siantar masih saling lempar wacana untuk membantu biaya operasi, malah Olo Panggabean bertindak cepat menanggung semua biaya yang diperlukan. (Baca juga: 7 Fakta Olo Panggabean, Preman Medan Paling Ditakuti pada Masanya)

Bahkan saat bayi bernasib sial itu tiba di Bandara Polonia Medan dengan pesawat Garuda Indonesia No. GIA 839 pada Senin 18 Juli 2004 sekitar pukul 11.30, Olo Panggabean menyempatkan diri menyambut dan menggendongnya.

Saat itu Angi dan Anjeli terseyum manis, mereka mudah akrab dengan orang yang berjasa untuk mengoperasi mereka. Banyak orang tereyuh dan orng tua Angi dan Anjeli, nyaris rubuh pingsan karena terharu. Maklum, setelah membiayai semua perobatan di rumah sakit, Olo masih bersedia menyambutnya di Bandara.

Kisah kedermawanan Ketua sudah banyak dirasakan masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara.Tidak sekedar membiayai perobatan orang sakit, tapi juga dalam bentuk lain berupa biaya pendidikan, modal kerja untuk menghidupi keluarga.