Sekilas Kisah Hidup Prof Ponis Tarigan, Perintis Jurusan Kimia Unpad

Sekilas Kisah Hidup Prof Ponis Tarigan, Perintis Jurusan Kimia Unpad

Foto: Profesor Perintis Jurusan Kimia Unpad Semasa Hidup

Sipayo.com – Perintis program Studi Kimia sekaligus guru besar purnabakti Ilmu Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Padjajadjaran (Unpad), Prof. Dr. Ponis Tarigan, Apt tutup usia pada usia 81 tahun, Senin (10/7/2017) di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung.

Segenap civitas akademika Unpad telah memberikan penghormatan terakhir jenazah yang bertempat di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad, Jl. Dipati Ukur No.35, Bandung yang dipimpin oleh Rektor Unpad Prof. Tri Hanggona Achmad.

Usai pelepasan jenazah oleh civitas akademika Unpad, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jl. Sekeloa Selatan II 3-B Bandung dan akan dimakamkan hari ini, Selasa (11/7/2017) di Pemakaman San Diego Hill, Karawang. (Baca: Profesor asal Karo yang Dikenal Sebagai Printis Jurusan Kimia Unpad Tutup Usia)

Berikut ini adalah sekilas tentang kisah hidup Prof Ponis Tarigan sebagaimana diceritakan oleh salah seorang pihak keluarga, yakni keponakannya (Bahasa Karo: Bebere), Andreas Ginting.

Prof Ponis Tarigan adalah sosok seorang putra Karo yang lahir di Juhar, 2 Maret 1936. Pada masa mudanya, kehidupan sederhana orang tua menjadikan Ponis Tarigan kecil harus berjuang sendiri memperoleh pendidikan di sekolah yang tidak berbiaya mahal.

Dia akhirnya melanjutkan pendidikan di Sekolah Asisten Apoteker Kabanjahe (setara SMA). “Karena dia merupakan siswa yang cerdas dan pintar, maka seorang dokter yang juga merupakan Suku Karo di Kabanjahe memberikan rekomendasi dan biaya untuk melanjutkan pendidikan ke Farmasi Unpad Bandung,” ujar Andreas.

Setelah menamatkan pendidikan kuliah di Farmasi Unpad, Ponis Tarigan kemudian menjadi dosen di universitas tersebut. “Mengingat dirinya merupakan seorang peneliti yang tekun dalam bidang biotek dengan paper internasional yang lumayan banyak, sekaligus sebagai seorang apoteker pula, sehingga akhirnya dia menjadi Guru Besar (Profesor) di Unpad,” ujarnya.

Andreas Ginting juga mengatakan Prof Ponis Tarigan dikenal sebagai sosok dermawan. “Sebagai pegawai negeri yang berjuang secara ekonomi, tapi ia tetap membantu keluarga yang mempunyai keinginan melanjutkan sekolah ke Bandung, termasuk kami keponakannya. Ini merupakan salah satu contoh baik bagi kita semua untuk mendorong memajukan teman dan keluarga, khususnya di bidang pendidikan,” tutupnya.