Mei Sarah Barus, Si Kidal Calon Bintang Bulutangkis Indonesia Asal Sumatera Utara

Mei Sarah Barus, Si Kidal Calon Bintang Bulutangkis Indonesia Asal Sumatera Utara

Foto: Mei Sarah Barus  saat bermain (int)

Sipayo.com –  Bulutangkis merupakan salah satu yang sangat merakyat dikalangan masyarakat Indonesia. Tak jarang negara kita kerap berhasil menelurkan bintang-bintang bulutangkis kelas dunia.

Melihat begitu digemari olahraga bulutangkis di Indonesia, Djarum Foundation kembali melakukan pencarian calom bintang-bintang bulutangkis masa depan untuk dikumpul dan bergabung dala perkumpulan bulutangkis Djarum.

Sebagai tahap awal pencarian bibit muda kategori usia U-11 dan U-13 ini dimulai dari Kota Pekanbaru, Riau, Sumatera.

Dalam seleksi yang diadakan di GOR Angkasa Pekanbaru ini, sebanyak 474 peseta akan menunjukkan kemahirannya bermain bulutangkis diddepan para pencari bakat yang juga merupakan legenda bulutangkis Indonesia mulai dari Ivana Lie, Basri Yusuf, Kartono, Luluk Hadiyanto, SIgiti Budiarto, Yuni Kartika dan Christian Hadinata.

Dari sekian banyak anak-anak yang mengikuti seleksi, ada satu atlet putri yang cukup mencuri perhatian banyak orang dalam seleksi di Pekanbaru ini.

Mei Sarah Barus, atlet muda putri asal Medan ini sangat mencuri perhatian para penonton dan para pencari bakat dalam seleksi ini. Selain mampu bermain cukup apik dalam penempatan bola, pebulutangkis muda ini juga bermain dengan tangan kidal.

Kecerdikannya dalam bermain, membuat Mei berhasil lolos kedalam babak 8 besar dan berhasil menaklukkan para lawannya dengan margin angka yang cukup besar.

Berdasarkan pengakuan dari sang ayah, Ahmad Barus (60), kemampuan bermain bulutangkis bukan turunan darinya karena dia hanya menyukai permainan bulutangkis namun tidak pandai bermain.

Mengikuti seleksi jauh-jauh dari Medan, Mei dan ayahnya harus hidup dengan sederhan dan tinggal di sebuah kamar kos yang berisi 4 orang karena keterbatasan dana yang mereka miliki, namun demikian mereka tak pernah kehilangan motivasi dan harapan.

Untuk memberikan motivasi kepada sang putri, Ahmad juga menjanjikan akan membelikan sepatu baru dan raket baru jika putri berhasil dalam seleksi ini.

Namun demikian perjalanan Mei dalam seleksi ini masih sangat panjang setelah lolos 8 besar, pemain kidal ini harus bertarung dan lolos ke semifinal untuk kemudian mendapatkan tiket untuk menjalani audisi di Kota Kudus, Jawa Tengah. Mari kita doakan agar tangan kidal Mei mampu membawanya meraih mimpi menjadi bintang di Bulutangkis dunia.