Geger! Serangga Aneh yang Ditemukan di Kebumen Ini Disebut Berasal dari Neraka, Benarkah?

Geger! Serangga Aneh yang Ditemukan di Kebumen Ini Disebut Berasal dari Neraka, Benarkah?

Foto: Baphomet yang Dibandingkan dengan Hewan Langka dari Kebumen

Sipayo.com – Sebuah video yang dibagikan oleh warga Kebumen di Facebook telah membuat heboh kalangan netizen. Video yang diunggah pada 19 Oktober 2017 lalu, telah dibagikan lebih dari 100.000 kali, serta dikomentari lebih dari 18.000 netizen.

Dalam video tersebut terlihat seekor seranggah aneh dan langka. Gandik, sang pengunggah video juga mengaku baru kali ini melihat seranggah tersebut. Hal tersebut diungkapkan Gandi dalam keterangan video yang diunggahnya. “Nmbe tumon kupu macem kie, (Baru mengetahui ada kupu seperti ini),” tulis Gandik.

Unggahan video Gandik ternyata menggegerkan kalangan netizen. Terbukti, dari komentar-komentar kalangan netizen dalam unggahan tersebut. Bahkan bukan hanya dari Indonesia, justru terlihat ada netizen yang beridentitas berasal dari India, Thailnad, dan Pennsylvania, Singapura, Venezuella, Florida, dan masih banyak lagi, justru ikut berkomentar.

Netizen memberikan berbagai komentar yang beragam. Ada juga yang menganggap serangga tersebut titisan iblis yang berasal dari neraka. “zici ca e cap de Baphomet (itu kepala Baphomet),” tulis Peter Bishop, salah satu pengguna Facebook yang berasal dari luar negeri.

Diantara para netizen yang berkomentar, ada seorang netizen yang mencoba menerangkan mengenai serangga jenis apa yang terlihat dalam video tersebut. Netizen tersebut bernama Renato Romero. Menurut Renato, serangga tersebut adalah serangga yang bernama “Creatonotos Gangis”.

gangis

Foto: Creatonotos Gangis

Creatonotos gangis adalah spesies dari arctiine atau ngengat yang ditemukan di Asia Tenggara dan Australia. Penyebarannya adalah diantara kawasan yang meliputi Indonesia , India , Sri Lanka , China , Jepang , Thailand dan New Guinea.

Sedangkan di Australia, serangga ini hanya ada di wilayah bagian utara Australia Barat , Teritorial Utara dan Queensland sampai Mackay . Hal itu dijelaskan oleh Carl Linnaeus dalam bukunya, Centuria Insectorum tahun 1763.

Bagian tubuh yang berbentuk seperti tentakel di ujung perutnya disebut coremata. Coremata berfungsi untuk menghasilkan feromon untuk menarik lawan jenisnya. Creatonotos gangis memakan tanaman yang menghasilkan alkaloid pyrrolizidine (PA).

Jika tidak mengonsumsi PA, Creatonotos gangis tidak akan bisa menumbuhkan coremata-nya dan tidak bisa kawin. Sebaliknya, semakin banyak Creatonotos gangis mengonsumsi PA, maka bentuk coremata akan semakin mengesankan dan mengeluarkan lebih banyak feromon.