BNN Berhasil Ungkap Penyeludupan 220 Kg Sabu Asal Malaysia di Aceh

BNN Berhasil Ungkap Penyeludupan 220 Kg Sabu Asal Malaysia di Aceh

Ilustrasi narkoba (int)

Sipayo.com – Ditengah genderang perang terhadap yang peredaran gelap narkoba yang di suara pemerintah, upaya penyeludupan narkoba masih terus terjadi. Kali ini BNN kembali berhasil mengungkap upaya penyeludupan narkoba ke Indonesia yang diduga berasal dari negeri jiran Malaysia.

Petugas dari BNN berhasil mengungkap upaya penyeludupan narkoba jenis sabu seberat 220 Kg, ribuan pil ekstasi dan happy five jaringan Malaysia provinsi Aceh. Ironisnya lagi upaya penyeludupan narkoba ini dikendalikan oleh seorang narapidana narkotika yang sedang menjalani hukuman di Lapas Langsa.

“Ini dikendalikan oleh Dulah, seorang napi yang dulu sempat kabur dan ditangkap BNN. Sekarang dia di Lapas Langsa,” ujar Kepala BNN Komjen Budi Waseso di konferensi per di Kantor BNN, Cawang Jakarta Timur (9/11).

Menurut Buwas ini merupakan bukti bahwa walaupun sudah ditangkap dan diancam hukuman mati, para bandar narkoba masih berani mengendalikan peredaran narkoba.

“Ini membuktikan bahwa mereka tetap bekerja meski di dalam lapas,” ujar Buwas.

Buwas juga menegaskan bahwa perlu dibuat perlakuan berbeda dalam penanganan para narapidan narkotika dan tindak pidan umum kedepannya. Dia juga menyampaikan sudah memerintahkan jajarannya untuk mengambil langkah tegas kepada para bandar narkoba dilapangan.

“Saya juga sudah perintahkan jajaran saya agar tidak ada keraguan. Saya pikir tindak tegas di lapangan itu perlu dan tidak ada belas kasihan lagi,” ancam Buwas.

Dalam penangkapan penyeludupan narkoba jaringan Malaysia Aceh ini, petugas BNN berhasil mengamankan 4 orang kurir narkoba yang yang berinisial UD, RA, ABRm dan FRZ. Keempatnya ditangkap pada Rabu (1/11), Sabtu (4/11), dan Minggu (5/11). Keempatnya juga diamankan oleh petugas BNN di 4 lokasi berbeda dikawasan Aceh Timur dan Aceh Tamiang serta diperbatasan Medan-Aceh.

Buwas juga mengungkapkan barang haram ini mereka seludupkan dari jalur laut yang kemudian merak kubur dan sembunyikan di kebun kelapa sawit.

“Semua barang ini masuk melalui jalur laut dan pengiriman dengan berbagai kapal dan berbagai tempat dia juga. Mereka dijanjikan uang dan belum diberikan. Barang-barang ini ada yang disembunyikan dan dikubur. Ini modus yang dimanfaatkan dengan menyembunyikan di kelapa sawit saat pengiriman,” terang dia.