Menguasai Partai di Tingkat Daerah Belum Memuluskan Jalan Menuju Pilgub 2018

Menguasai Partai di Tingkat Daerah Belum Memuluskan Jalan Menuju Pilgub 2018

Foto: Ilustrasi Partai Politik

Oleh: Alexander Firdaust Meliala

“Angin berhembus di waktu petang, liuk melambau di puncak aren. Untaian kata kepada abang, pak OSO Insya Allah ke depan semakin ‘Paten’,” demikian sebait pantun yang disampaikan Wakil Gubernur Sumut, Nurhajizah Marpaung dalam pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumut, periode 2015-2020 yang dilaksanakan di Lapangan Benteng Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (23/11/2017) lalu.

Sebagai Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) melantik secara langsung pengurus DPD Partai Hanura Sumut. Setelah Sekretaris Jenderal Hanura Sarifuddin Sudding tuntas membaca surat keputusan, OSO kemudian mengambil sumpah dan janji jabatan terhadap para pengurus baru.

Selanjutnya, OSO menyerahkan bendera Partai Hanura kepada Ketua DPD Partai Hanura Sumut yang baru, Kodrat Shah. “Saya percaya saudara mampu mengemban amanah dan menjalankan tugas sesuai AD/ART serta kebijakan Hanura dengan sebaik-baiknya,” kata OSO kepada Kodrat.

Setelah resmi dilantik sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumut, Kodrat Shah kemudian didaulat memberikan kata sambutan. “Saya ucapkan terima kasih atas amanah yang diberi untuk memimpin Hanura Sumut. Kami berjanji, bersama-sama pengurus cabang, Insyaallah Pilkada delapan daerah dan satu di Sumut, kita menangkan apa yang kita usung,” kata Kodrat.

Kembali ke sebait pantun yang dibacakan oleh Nurhajizah Marpaung yang juga dikenal sebagai kader Partai Hanura, apakah ini suatu isyarat bahwa Partai Hanura tidak akan mendukung pasangan Edi Rahmayadi – Musa Rejeck Shah (Ijeck) yang sudah terlebih dahulu diusung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN?

Sebagaimana diketahui ‘Paten’ merupakan kepanjangan dari Pak Tengku Erry Nuradi, dimana kata ini juga kerap dijadikan Tengku Erry sebagai tagline dirinya untuk kembali maju di bursa Pilgubsu 2018 mendatang.

Disisi lain, Ketua Umum Hanura OSO juga menolak memberi tanggapan kepada wartawan, saat dirinya ditanya soal usulan DPD Hanura Sumut terkait sosok pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023.

Seperti diketahui, DPD Hanura Sumut mengusulkan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajeck Shah alias Ijeck. Ijeck sendiri merupakan keponakan Ketua DPD Hanura Sumut yang baru dilantik, Kodrat Shah.

“Ada pertanyaan lain?” kata OSO ketika ditanya tanggapannya tentang usulan DPD Hanura Sumut, yakni sosok pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Ketika wartawan kembali mencecar pertanyaan terkait usulan DPD Hanura Sumut tersebut, OSO akhirnya mengaku bahwa pasangan bakal calon yang akan diusung Hanura hingga kini belum ditentukan.

Perhelatan Pilkada Sumut 2018 kian dekat, namun hingga kini belum ada satu pun kandidat yang sudah pasti bakal maju dalam pesta demokrasi 5 tahunan ini. Meski beberapa pengurus partai di tingkat daerah telah mengajukan nama calon kandidat, namun semuanya masih menunggu keputusan dari pusat.

Kemudian akan muncul pertanyaan, mengapa aspirasi pengurus partai di tingkat daerah Sumatera Utara cenderung terabaikan oleh pengurus partai di tingkat pusat dalam konstelasi Pilgub 2018?

Beberapa daerah memang akan dianggap sangat strategis dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 mendatang, Sumatera Utara adalah salah satunya. Pertimbangan tersebut adalah terkait jumlah pemilih yang besar di daerah bersangkutan.

Untuk mengamankan Pilpres 2019, elit nasional berkepentingan agar gubernur yang terpilih di daerah-daerah dengan jumlah pemilih terbesar merupakan figur yang bisa diajak kerja sama. Artinya pemimpin di daerah haruslah orang yang tidak banyak berseberangan dengan kebijakan elit di tingkat pusat. Ketika pertarungan Pilgub berhasil dimenangkan, artinya ini sekaligus pula akan memudahkan elit nasional memenangkan pertarungan Pilpres 2019 yang akan datang.

Dengan realita yang demikian, maka untuk daerah strategis yang mengikuti Pilgub termasuk Sumatera Utara tidak bisa terlepas dari politik secara nasional. Dalam hal ini, elit nasional yang lebih memainkan peran. Berhasil menguasai partai di tingkat daerah, belum tentu memuluskan jalan menuju Pilgub 2018.

*Penulis adalah pendiri Karo Cyber Community