Meski Divonis 1,5 Tahun, Namun Buni Yani Tak Ditahan

Meski Divonis 1,5 Tahun, Namun Buni Yani Tak Ditahan

Foto : Buni Yani

Sipayo.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung telah menjatuhkan vonis 1,5 tahun kepada Buni Yani. Kendati demikian, majelis hakim memutuskan bahwa Buni Yani tidak langsung ditahan.

Selama proses persidangan itu pun Buni Yani tidak dilakukan penahanan oleh jaksa. Majelis hakim mempertimbangkan bahwa Buni Yani tidak dapat dilakukan penahanan sebab masih bisa dilakukan upaya hukum banding atas putusan tersebut.

“Tidak ditahan oleh karena ada upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi,” kata ketua majelis hakim M. Saptono saat membacakan putusan dalam sidang yang digelar di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11).

Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, pun memastikan bahwa pihaknya akan menempuh upaya banding atas vonis tersebut. Ia tidak terima atas putusan hakim itu.

“Karena tidak berdasar fakta sidang, kami akan banding,” kata dia.

Dalam putusannya, hakim menilai Buni Yani terbukti bersalah telah mengubah, merusak, dan menyembunyikan informasi elektronik milik orang lain ataupun publik. Hal tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1) Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Adapun yang dia ubah adalah video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada saat melakukan kunjungan kerja Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Ia kemudian memotong video tersebut hingga menjadi berdurasi selama 30 detik. Ia juga dinilai sudah mengubah video pidato Ahok tersebut dengan menghapus kata pakai.