Pembalap Berdarah Indonesia Ini Mengaku Mendapatkan Pengalaman Berharga di Balapan MotoGP

Pembalap Berdarah Indonesia Ini Mengaku Mendapatkan Pengalaman Berharga di Balapan MotoGP

Foto: Michael van der Mark

Sipayo.com – Hal mengecewakan tentu dirasakan oleh Michael van der Mark. Pasalnya, pembalap pengganti Yamaha Tech 3 yang juga berdarah Indonesia ini, harus finis di urutan ke 17 pada pegelaran MotoGP Valencia 2017 di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017) lalu.

Sirkuit Ricardo Tormo merupakan kali kedua Van der Mark mencicipi kelas MotoGP. Sebelumnya, ia juga pernah sebagai pengganti Jonas Folger pada MotoGP Malaysia 2017 di Sirkuit Sepang, dua pekan lalu.

Di Sirkuit Sepang, Van der Mark berhasil finis di urutan ke-16, namun sayang, sebab dirinya gagal memperbaiki catatannya pada MotoGP Valencia, yang mana Van der Mark harus puas finis di posisi ke-17 dengan selisih 52,134 detik dari Dani Pedrosa yang keluar sebagai juara.

Meski hasil balapan tidak terlalu bagus dalam dua balapan terakhir MotoGP 2017, namun pembalap berusia 25 tahun ini tetap puas dengan pencapaian yang ditorehkannya. Sebab, ketika melakoni balapan MotoGP, dirinya menganggap sebagai pengalaman yang sungguh berharga.

Akhir pekan ini merupakan tantangan, tapi saya sangat menikmati balapan. Saya memulai balapan yang bagus dan mengambil beberapa tempat dengan pertarungan bagus. Grand Prix ini sangat menyenangkan,” kata Van der Mark, dilansir Speedweek.

Karena mendapatkan kesempatan itu, Van der Mark pun mengucapkan terima kasih kepada bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal. Itu karena Poncharal memberikan kepercayaan kepada Van der Mark setelah sebelumnya gagal menjadi pembalap pengganti Valentino Rossi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Herve atas kesempatan ini. Sudah menjadi impian saya mengendarai motor MotoGP. Melakukannya dengan tim hebat ini dalam dua balapan adalah sesuatu yang istimewa,” tutur Van der Mark.

Van der Mark juga menyatakan, jika kembali diminta untuk membalap bersama Yamaha Tech 3, ia tak akan berpikir dua kali untuk menerimanya. Namun, ia mengakui bahwa dirinya butuh waktu untuk beradaptasi dengan motor dan gaya balapnya.

“Michael telah membuat kemajuan besar dibandingkan di Sepang. Lintasan kering sangat membantunya. Ia bertarung melawan pembalap MotoGP yang berpengalaman dan melakukan pekerjaan dengan baik. Kita tahu itu tidak mudah. Saya berterima kasih kepadanya karena menggantikan Jonas,” ucap Poncharal.