Pimpinan KPK Disidik Terkait Cekal Novanto ke Luar Negeri, Ini Kata KPK

Pimpinan KPK Disidik Terkait Cekal Novanto ke Luar Negeri, Ini Kata KPK

Agus Rahardjo dan Saut Situmorang (int)

Sipayo.com – Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang baru-baru ini dilaporkan oleh pengacara Setya Novanto ke Polisi terkait dengan penyalahgunaan wewenang terkait dengan penerbitan surat pencekalan Setya Novanto ke luar negeri. Polisi pun akhirnya telah menaikkan laporan dari salah satu pengacara Setya Novant Sandy Kurniawan ke tahapa penyidikan dengan penerbitan SPDP.

Mendapatkan 2 pimpinannya dilaporkan terkait penyalahgunaan wewenang, KPK menegaskan surat pencegahan Setya Novanto ke luar negeri sudah sesuai dengan dasar hukum yang jelas.

“Kami yakin soal pencegahan itu dasar hukumnya jelas,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (9/11) di gedung KPK.

Febri juga mengungkapkan bahwa KPK telah menerima SPDP terkait kasus yang menjerat Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Namun demikian pihaknya mengklaim SPDP tersebut tidak jelas apa yang dipermasalahkan.

“Karena di surat yang diterima oleh KPK itu tidak ada bunyi tulisan atau apa pun informasi terkait dengan objek apa yang dipermasalahkan di sana. Itu yang saya ketahui ya bahwa kemudian dipersoalkan terkait dengan pencegahan ke luar negeri tentu kami bisa pastikan KPK memiliki kewenangan di Pasal 12 UU 30 Tahun 2002 untuk memerintahkan instansi terkait mencegah seseorang ke luar negeri,” kata Febri.

Seperti yang diketahui, Bareskrim Polri telah menerbitkan SPDP terkait dengan laporan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan penerbitan surat pencegahan Ketua DPR RI Setya Novanto keluar negeri usai putusan praperadilan yang dimenangkan oleh Setya Novanto.

“Saut Situmorang selaku pimpinan KPK telah menerbitkan surat larangan bepergian ke luar negeri terhadap Setya Novanto tanggal 2 Oktober 2017 setelah adanya putusan praperadilan nomor 97/pid/prap/2017 PN Jaksel tanggal 29 September 2017, yang dimenangi oleh Setya Novanto,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.