Weleh! Pembangunan Tugu Antikorupsi di Pekanbaru Justru Penuh dengan Skandal Korupsi

Weleh! Pembangunan Tugu Antikorupsi di Pekanbaru Justru Penuh dengan Skandal Korupsi

Foto: Tugu Antikorupsi Riau

Sipayo.com – Kasus korupsi di Indonesia benar-benar sudah berada pada titik nadir. Bagaimana tidak, proyek pembangunan tugu antikorupsi di Pekanbaru, Provinsi Riau, justru turut sarat dengan skandal korupsi yang melibatkan belasan pegawai negeri sipil (PNS) di daerah tersebut.

Terkait kasus korupsi yang melibatkan sejumlah PNS dalam pembangunan tugu antikorupsi, sejumlah warga di Pekanbaru pun mengaku sangat malu. Mereka mengaku sulit mempercayai para pejabat di wilayah itu, apalagi sebelumnya terbukti beberapa pejabat yang dipenjara karena kasus korupsi.

Tujuan mendirikan tugu antikorupsi sendiri pada awalnya adalah untuk mengingatkan agar PNS lebih melayani masyarakat dan bersikap transparan, belakangan, justru proyek pembangunannya diduga dikorupsi, hingga merugikan negara mencapai Rp1,23 Miliar.

Pekan lalu, Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan 18 tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek tugu tersebut, diantaranya adalah 12 orang PNS dan seorang staf ahli gubernur Riau.

“Sebagai orang Riau, saya sangat malu. Ini jelas bukan budaya kita orang Melayu,” kata seorang warga Pekanbaru, Efridel, yang berusia 47 tahun, kepada wartawan di Pekanbaru, Dina Febriastuti.

Sementara, Dede, seorang mahasiswa berusia 22 tahun mengatakan, terungkapnya skandal dugaan kopupsi ini merupakan sebuah ironi.

“Ibaratnya, (pendirian tugu) itu adalah hadiah dari KPK atas ‘kemenangan’ Riau yang selalu mencetak pemain-pemain handal dalam korupsi. Namun, dengan ditanamkannnya tugu itu, tak membuat mereka jera dan sadar. Malah, Tugu Antikorupsi dikorupsi,” katanya.

Anggaran untuk pembangunan proyek senilai Rp 8 miliar itu berasal dari Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Riau 2016.

Sejumlah laporan menyebutkan, Tugu antikorupsi diresmikan pada Jumat, 9 Desember 2016, bertepatan dengan hari antikorupsi di Pekanbaru, Riau.