Bukan e-Commerce, Blockchain Bakal Jadi Tren Selanjutnya

Bukan e-Commerce, Blockchain Bakal Jadi Tren Selanjutnya

Foto: Logo Blockchain

Sipayo.com-Steven mengatakan bahwa pemain e-commerce di Indonesia maupun di luar negeri sudah terlalu mapan. Sehingga, jika tak ingin ketinggalan, startup perlu melihat tren baru ke depannya, blockchain.

“Saya mendorng startup yang masih melihat e-commerce untuk meloncat ke blockchain. Karena dunia lain udah nggak ngomongin e-commerce lagi, di AS startup ecommerce udah jarang karena pasarnya udah dewasa. Di sini juga begitu,” papar Steven Suhadi, Co founder Blocktech, di kawasan Rasuna Said, Selasa (5/12/2017).

Sayangnya, pengetahuan mengenai blockchain masih belum terlalu bagus. Namun begitu, dia menilai kesadaran sudah mulai meningkat dengan banyaknya perusahaan yang berniat mengimplementasikan teknologi ini.

“Di Indonesia sudah mulai growing awareness mengenai blockchain. Sudah ada beberapa perusahaan besar yang mau implementasi dan beberapa konglomerat sudah tahu,” sambungnya

Indonesia juga berpotensi besar dapat menjadi pemain global karena perkembangan di luar negeri tidak jauh di banding di dalam negeri. “Di luar negeri hanya sedikit lebih baik, artinya hanya sedikit jarak kita untuk mengejar,” Steven mengungkap.

Ketika ditanya mengenai tantangan mengaplikasikan teknologi ini, Steven menyebut bahwa masyarakat hanya perlu mengubah paradigma saja. Masalah investasi tak akan jauh berbeda dari adopsi teknologi lain seperti halnya internet.

“Cara pikir aja (yang perlu diubah). Pikirannya adalah bukan kita bikin di tengah tetapi menyebarkan sistem makanya harus ada perubahan paradigma. Ini bukan hanya dari segi developer tetapi juga dari pemilik bisnis atau statup. Bagaimana membuat data terdesentralisasi,” terangnya.

Sementara itu, Blocks Tech Labs sendiri merupakan perusahaan yang fokus mengembangkan startup yang berhubungan dengan blockchain di Asia Tenggara.

Perusahaan ini membantu pemain luar negeri untuk menjangkau pasar di Indonesia dan sebaliknya, membangun ekosistem blockchain dan startup di wilayah Asia Tenggara sendiri.