Pembangunan Pasar Kampung Lalang Mangkrak, KPK Diminta Turun Tangan

Pembangunan Pasar Kampung Lalang Mangkrak, KPK Diminta Turun Tangan

Foto: Pedagang Pasar Kampung Lalang Gelar Aksi Demo di Kantor Wali Kota Medan (Senin, 4/11/2017)

Sipayo.com – Nasib tidak berpihak tampaknya terus dialami kalangan pedagang di Pasar Kampung Lalang, Kota Medan, yang berjumlah lebih dari 700 orang. Sempat menolak rencana pembongkaran pasar dengan dalih revitaliasi oleh pihak Pemko Medan, namun pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan.

Pada 23 Maret 2017, sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, pembongkaran pasar secara paksa terjadi. Para pedagang yang menolak tidak bisa berbuat apa-apa. “Pebongkaran ketika itu dilakukan dengan kekerasan dan menggunakan water canon serta gas air mata,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang (P3KL) Erwina Pinem, Senin (4/12/2017).

Setelah membongkar pasar secara paksa, pihak Pemko Medan dan PD Pasar pun hanya bisa menjual janji. Saat itu mereka berjanji akan membangun kembali pasar tersebut dan akan selesai dalam 150 hari atau sekitar 5 bulan.

“Pihak Pemko Medan dan PD Pasar hanya bisa menjual janji. Kenyataanya tidak sesuai fakta. Hampir 9 bulan tidak ada pembangunan di sana,” ujar Erwina.

Pedagang pun kian resah karena tidak memiliki tempat berjualan lagi, sehingga mereka tidak dapat mencari nafkah seperti biasanya. Karena tidak bisa berjualan lagi, banyak para pedagang yang stres bahkan sakit.

“Bagaimana tidak stres bahkan sakit, sebab mata pencaharian kami sebagai pedagang di Pasar Kampung Lalang hanya berjualan. Kini, kami telah kesusahan dalam urusan memenuhi kebutuhan sehari-hari, uang sekolah anak pun terancam tidak sanggup lagi dibayar,” ujar Erwina.

Disisi lain, Anggota Dewan DPRD Kota Medan Ilhamsyah kepada wartawan mengatakan, anggaran pembangunan Pasar Kampung Lalang ternyata sudah pernah dianggaran sebesar Rp26 miliar pada anggaran tahun 2017. Bahkan menurut Ilhamsyah, 20 persen atau Rp5 miliar sudah diserahkan kepada pemborong PT Budi Mangun KSO.

“Iya itu kemarin, ada permasalahan yang lama, jadi anggaran tahun 2017 lalu, yang sudah 20 persen itu, Rp5 miliar itu, urusan itu Perkim. Anggaran tahun lalu itu Rp26 miliar itu,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pembangunan Pasar Kampung Lalang, Medan yang mangkrak dan membuat ratusan pedagang kini hidup menderita. Anggota DPRD Kota Medan Godfried Effendi Lubis meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera ikut turun tangan selidiki proyek tersebut.

“KPK harus turun tangan selidiki proyek Pasar Kampung Lalang Medan,” ujar Godfried sebagaimana dikutip sipayo.com dari pemberitaan salah satu stasiun TV swasta nasional.