Pemprov DKI Akan Memberikan Bimbingan untuk Peserta Nikah Massal

Pemprov DKI Akan Memberikan Bimbingan untuk Peserta Nikah Massal

Foto : Ilustrasi Nikah

Sipayo.com – Pada malam pergantian tahun 2018, Pemprov DKI Jakarta menggelar nikah massal di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Nikah massal ditujukan bagi pasangan yang sudah menikah tapi belum memiliki surat-surat lengkap, dan pasangan yang ingin menikah namun memiliki keterbatasan dana.

Sebelum pelaksanaan nikah massal dimulai, Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan memberikan bimbingan konseling bagi seluruh calon pasangan.

“Rencananya sebelum nikah itu wajib ada sosialisasi dulu dong bagi pasangan oleh Dinas Kesehatan. Nanti ada semacam bimbingan konseling dulu ya. Kan biasa ada penyuluhan seperti itu,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta, Premi Lasari, di Gedung Blok G Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Premi menambahkan tidak ada minimum umur bagi masing-masing pasangan, asal sesuai dengan Undang-undang Perkawinan yaitu pria minimal berusia 18 tahun dan wanita minimal 16 tahun. Bagi pasangan yang sudah menikah dan telah memiliki anak, tapi belum memiliki surat dan dokumen kependudukan akan dilakukan isbat nikah.

“Dicatat sekarang dalam dokumen pencatatan sipil di KUA. Karena anaknya kan perlu buat akte kelahiran dan perlu dokumen dong, buku nikah,” lanjut Premi.

Rencananya, pelaksanaan nikah massal dimulai pada malam pergantian tahun 2018 sekitar 19.00 WIB. Pihak Pemprov DKI sementara ini baru membuka kuota pasangan sebanyak 534 pasangan.

Pemprov DKI juga akan menyiapkan pakaian adat dan mahar berupa seperangkat alat shalat dan Al-quran untuk calon pengantin. Mahar disediakan oleh Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta. Semuanya disediakan gratis.

“(Anggarannya) kita sudah kerja sama sama kantor wilayah Kementerian Agama. Sudah free, enggak ada (dana),” ujar Premi.