Peran Ganda Perempuan pada Masyarakat Pertanian

Peran Ganda Perempuan pada Masyarakat Pertanian

Oleh: Sry Astanaria Sembiring

Secara tidak sadar mungkin kita mengangggap peran perempuan tidak lebih berarti dari pekerjaan yang dilakukan laki- laki, dimana perempuan dianggap hanya mengerjakan pekerjaan rumah yang cenderung ringan. Namun pernahkah terfikir oleh kita bila peran yang dianggap kecil itu justru dikerjakan secara terus menerus mulai dari bangun tidur hinggga tidur lagi?

Apakah memang kata keharusan lagi dan lagi membuat peran perempuan tidak dihargai sama sekali? Atau apakah karena ada anggapan bahwa perempuan itu lemah telah terpatri di hati dan pikiran masyarakat, sehingga peran perempuan pun akan dipandang sebagaimana budaya patriarkhi yang telah lama berkuasa dan nyatanya sukses menanamkan budayanya?

Budaya patriakhi merupakan sebuah sistem sosial yang menempatkan laki- laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan properti. Dalam sosok keluarga peran ayah sangat dominan terlebih pada masyarakat Batak yang mengganggap laki – laki selain penerus marga, juga sebagai pengambil keputusan yang sangat penting dan semua harta benda biasanya diwariskan kepada anak laki- laki. Sistem sosial patriarkhi membuat laki- laki memiliki hak istimewa terhadap perempua

Di Indonesia, gerakan untuk memperjuangkan kedudukan dan peran perempuan telah lama dilakukan. Salah satu tokoh perintis pembebas perempuan adalah R.A. Kartini melalui pendidikan yang diberikannya terhadap perempuan. Peran ganda perempuan, yaitu peran yang dilakukan oleh perempuan meliputi peran domestik dan peran publik.

Peran domestik perempuan terkait dengan pekerjaan yang dilakukan dalam sektor domestik atau dalam rumah tangga seperti memasak, mencuci, menyapu dan sebagainya. Sementara itu, peran publik yang diperankan perempuan terkait pekerjaan yang dilakukan untuk mencari tambahan penghasilan, misalnya bekerja pada orang lain, perusahaan dan sebagainya.

Secara tidak sadar peran ganda perempuan terjadi setiap hari. Tanpa sadar perempuan melakukan banyak peran mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Peran yang seperti ini telah menjadi rutinitas sehari- hari dan diwajibkan bagi setiap perempuan khususnya ibu rumah tangga.

Peran Perempuan pada Masyarakat Pertanian

Pada perempuan atau ibu pada masyarakat pertanian juga sering sekali mengerjakan pekerjaan yang begitu melelahkan yang menurut laki- laki pekerjaan tersebut sangat ringan tanpa mereka membayangkan bahwa pekerjaan kecil yang dilakukan ibu tersebut tanpa henti sangat melelahkan, sehingga seharusnya mereka bangga akan kemampuan perempuan yang begitu luar biasa.

Peran ganda perempuan dalam sektor pertanian dapat dilihat mulai ketika perempuan (ibu) bangun pagi, menyiapkan sarapan, dan membangunkan anggota keluarga lainnya untuk bersiap baik untuk bekerja( suami) atau mempersiapkan anak- anak untuk pergi ke sekolah. Setelah seluruh anggota keluarga bersiap berangkat dan melakukan aktivitas di luar rumah, seluruh pekerjaan rumah dikerjakan oleh perempuan (ibu) sebelum berangkat bekerja.

Di dalam keluarga, perempuan memiliki peranan yang sangat penting seperti mendidik anak. Tugas seperti ini bukanlah hal yang mudah karena seperti yang kita tau bahwa keluarga merupakan agen sosialisasi pertama bagi seorang anak dan hal ini tentunya menjadi faktor yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Dalam keluargalah peran sosial anak mulai diperkenalkan.

Peran ganda perempuan pada masyarakat pedesaan biasanya selain sebagai istri atau ibu, perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara bertani, berkebun, berdagang dan sebagainya dan hal ini merupakan suatu keharusan atau kewajiban bagi wanita untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga.

*Penulis adalah Mahasiswa Semester III di Fakultas Fisip USU Jurusan Sosiologi