PTPN II Klaim Sebagai Pemilik Lahan Okupasi di Hamparan Perak

PTPN II Klaim Sebagai Pemilik Lahan Okupasi di Hamparan Perak

Foto: Saat di Lokasi PTPN 2 Hamparan Perak

Sipayo.com – Terkait okupasi lahan perkebunan milik PTP Nusantara dua, Kebun Buluh Cina, hingga kini masih menyisakan derita bagi anggota kelompok tani, akibat tanaman mereka dirusak secara paksa oleh pihak perkebunan. Sementara pihak perkebunan berdalih, sebelum melakukan okupasi, pihaknya telah berulang kali memberikan peringatan.

Ratusan aparat keamanan di kerahkan pihak perkebunan, untuk menjaga keamanan saat berlangsung pembersihkan areal perkebunan, dari massa kelompok tani. Okupasi lahan seluas 145 hektar di Desa Klambir, Kecamatan hamparan perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, di klaim pihak perkebunan sudah sesuai prosedur.

Meski pada saat okupasi, puluhan anggota kelompok tani, kebanyakan kaum perempuan memberikan perlawanan kepada ratusan aparat, saat hendak memasuki areal perkebunan. Namun pihak perkebunan tetap saja melaksanakan okupasi lahan.

Tanaman seperti terong, jagung, ubi dan tanaman lainnya di rusak memakai alat berat milik perkebunan, sehingga para petani penggarap hanya bisa berharap pihak perkebunan segera memberikan ganti rugi dan mengembalikan lahan yang diklaim warga sebagai tanah ulayat turun temurun. Sementara pihak perkebunan berdalih, sebelum melakukan okupasi, pihaknya telah berulang kali memberikan peringatan.

Rencananya perkebunan akan menanam tanaman tebu, di areal lahan yang di bersihkan. Guna memenuhi kebutuhan produksi gula, dipabrik gula PTPN 2. (I.G.S)