Benarkah Instagram Medsos Paling Narsis? Berikut Fakta-faktanya

Benarkah Instagram Medsos Paling Narsis? Berikut Fakta-faktanya

Foto: Instagram

Sipayo.com – Apakah Anda mempunyai akun Instagram? Bila ada, apakah alasan Anda untuk mengikuti (following) akan milik orang? ya bisa juga karena alasan akun tersubut punya teman.

Tapi, hasil riset yang dilakukan Sejong University di Seoul, Korea Selatan ini mungkin akan mengejutkan, atau setidaknya tidak pernah kita sadari sebelumnya.

Memang, Instagram sejatinya merupakan platform media sosial yang menawarkan “fasilitas” untuk narsis atau mempromosikan diri sendiri. Meski narsis dan selfie adalah dua hal yang berbeda, namun selfie bisa menjadi “alat pengukur” yang mudah untuk menilai seseorang di akun media sosialnya.

Di tahun 2016, para peneliti di University of Swinburne, Australia melibatkan 200 orang sebagai responden. Mereka mencapai kesimpulan mengenai adanya keterkaitan antara narsisme dan perilaku mencari perhatian di Instagram, salah satunya selfie.

Ketua dalam penelitian di Sejong University, Seunga Venus Jin pun sepakat dengan kesimpulan itu. Dia menyebutkan, swafoto adalah satu bentuk/teknik foto yang paling populer di IG.

Nah, kecenderungan narsisme biasanya menjadi dasar yang mendorong seseorang hingga sering berfoto-foto selfie. Riset di Korsel ini melibatkan 276 orang -sebuah jumlah yang tidak besar. Dari mereka diperoleh data, mereka yang mengunggah foto-foto selfie dan groupie dianggap lebih narsis.

“Lalu, mereka (responden) yang dinilai mempunyai sifat narsisme yang tinggi, (ternyata) menunjukkan pilihan kepada pengguna Instagram lain yang juga ‘selfie-heavy Instagrammers’,” kata Seungha.

Artinya, mereka yang dilabeli sebagai pengguna IG narsis terlihat cenderung mengikuti akun orang lain yang juga mendapat “label” serupa.

Selain itu, -meskipun ada “hashtag abadi” seperti #like4like dan #follow4follow yang mengajarkan sesuatu kepada pengguna medsos, “mengikat diri” ke akun media sosial orang tertentu, ternyata juga adalah bentuk promosi diri sendiri.

Tentu penelitian ini hanya membatasi sifat narsisme dalam konteks media sosial. Hal ini terkait dengan, -misalnya, rasa kagum kepada diri, atau harga diri yang lebih tinggi. Lagi pula, embel-embel IG sebagai platform “media sosial narsis” bukanlah hal yang baru.

Sebelum ini, sudah ada survei lain yang melibatkan 20.000 orang milenial. Hasilnya, 64 responden merasa IG memang merupakan platform media sosial paling narsis.