Misteri Suara Petpet yang Dianggap Sebagai Petanda Kematian

Misteri Suara Petpet yang Dianggap Sebagai Petanda Kematian

Oleh: Alexander Firdaus Meliala

Petpet, begitulah orang Karo menyebut namanya. Dalam bahasa Indonesia disebut tonggeret, yang merupakan penamaan untuk segala jenis serangga dalam anggota subordo Cicadomorpha. Adapun tonggeret (petpet) memiliki ciri spesifik, yakni mulai berbunyi nyaring saat pergantian sore menuju malam hari.

Orang-orang Karo pada masa dulu, saat suasana pedesaan masih banyak dikelilingi hutan, suara petpet merupakan salah satu penanda waktu. Ketika petpet sudah bersuara, maka sudah dapat dipastikan waktu telah sore dan malam hari segera tiba, maka warga desa akan pulang ke rumah dari sawah atau ladang, karena setelah itu hari akan segera gelap.

Petpet bersuara nyaring secara berkelompok, dan memiliki jeda. Suara petpet akan terdengar kurang lebih selama satu menit dan kemudian jeda sebentar, dan hal itu berulang-ulang terdengar sekitar 30 menit lamanya.

Secara umum tonggeret atau pepet memiliki fase hidup yang cukup lama. Namun sebagian besar hidupnya dihabiskan dalam tanah dalam bentuk nimfa. Tongeret bisa hidup dalam tanah sampai 17 tahun lamanya.

Setelah dewasa nimfa akan menjadi dewasa ditandai dengan tumbuhnya dua sayap yang transparan. Petpet biasanya memiliki warna hijau dan bahkan kadang-kadang berwarna hijau kehitaman.

Petpet dewasa hidup dipepohonan hanya selama 2-4 minggu. Saat itulah petpet mulai bersuara untuk menarik perhatian pasangan untuk kawin. Beberapa hari setelah kawin serangga dewasa jantan akan mati.

Saat bertelur, petpet betina akan menempelkan telur-telurnya di cabang atau batang pohon dan rerumputan dan kemudian mati. Setelah telur menetas menjadi nimfa, lalu jatuh ke tanah, nimfa ini akan menggali lubang sedalam 30-50 cm, dan hidup di dalam tanah selama bertahun-tahun.

Karena sudah menjadi kebiasaan petpet bersuara pada sore hari, maka ini dianggap wajar oleh warga desa, bahkan dianggap memiliki manfaat karena dapat menunjukkan waktu. Diluar kebiasaan waktu bersuara di sore hari, maka suara petpet akan dianggap tidak wajar.

Sebagaimana anggapan warga Desa Kutanangka, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, misalnya, ketika petpet bersuara pada malam hari secara berkelompok, maka ini dianggap bukanlah suatu pertanda baik.

Masyarakat desa ini menganggap bila petpet bersuara pada malam hari, maka ini akan menandakan kematian. Artinya ketika petpet sudah bersuara pada malam hari yang umumnya tepat ditengah malam, maka salah satu warga desa dipastikan akan meninggal dalam waktu tidak lama lagi.

Anggapan demikian sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Namun, meski penulis juga lahir dan besar di Desa Kutanangka, justru penulis selama ini belum pernah mendengar langsung suara petpet pada malam hari.

Pertama kalinya penulis mendengar petpet bersuara pada malam hari adalah tepat pada menjelang pergantian tahun baru 2018 kemarin. Suara kembang api yang menyala diluar rumah membuat penulis terbangun dari tidur. Disela-sela keriuhan suara kembang api itu, terdengarlah suara petpet berulang-ulang.

Pada awalnya, penulis mengaggap petpet bersuara karena dikagetkan suara kembang api yang dinyalakan warga desa untuk menandai tahun baru 2018 telah tiba. Selang satu jam kemudian, seorang warga kampung lain mengatakan bahwa sebelum kembang api dinyalakan pun, ternyata petpet sudah bersuara terlebih dahulu.

Lalu apakah makna suara petpet yang bersuara pada malam pergantian tahun baru itu? Akankah bermakna seperti anggapan warga kampung selama ini? Semoga saja tidak demikian…