Profil Sri Wahyumi Manalip, Bupati Cantik yang Dinonaktifkan Kemendagri

Profil Sri Wahyumi Manalip, Bupati Cantik yang Dinonaktifkan Kemendagri

Foto: Sri Wahyumi Manalip

Sipayo.com – Sosok Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip langsung menjadi pembicaraan publik lantaran dirinya dinonaktifkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) gara-gara pergi ke luar negeri.

Sebelum kasus penonaktifan ini mengemuka, Sry Wahyumi memang telah banyak menjadi perhatian banyak kalangan setelah menjabat sebagai Bupati Kepulauan Talaud periode 2014-2019.

Dirinya dikenal bukan hanya karena penampilannya yang selalu modis, tapi Sri juga merupakan perempuan pertama yang berhasil duduk di kursi orang nomor satu di Kabupaten tersebut.

Namanya makin populer. Sri Wahyumi Manalip yang dilahirkan 8 Mei 1977 itu dikenal sebagai bupati muda dan cantik. Orang banyak mengenalnya dari penampilannya yang terlihat sangat fashionable layaknya sosialita.

Ketika mencalonkan diri menjadi kontestan pilkada dari koalisi Gerindra, PPRN, PPDI, banyak yang memprediksi Manalip dan pasangannya akan terjungkal dengan mudah.

Tapi toh, suratan takdir berkata lain. Pasangan Sri Wahyumi Manalip dan Petrus Simon Tuange tampil mengejutkan dan meraup suara terbanyak masyarakat Talaud.

Dalam perjalanannya, perempuan berperawakan tinggi dan berparas ayu yang gemar naik motor trail, jetsky, dan menyelam itu menjadikan dia seperti model jika dilihat dari beberapa tampilan fotonya di media sosial.

Manalip makin dikenal saat Presiden RI Joko Widodo mengunjungi dan meresmikan bandara di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud akhir 2016.

Namun, sejak akhir tahun 2017, masyarakat dikejutkan oleh santernya pemberitaan yang menyebutkan dirinya tak meminta restu kepada gubernur Sulut saat bepergian ke luar negeri.

Kasus ini bermula saat teguran dari Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey terhadap Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip tanggal 31 Oktober 2017.

Manalip diduga telah melanggar aturan dengan bepergian ke luar negeri tanpa izin gubernur dan Kementerian Dalam Negeri. Dari sebuah postingannya, diketahui Sri Wahyuni Manalip pergi untuk menghadiri International Visitor Leadership Program (IVLP).

Pada bulan Desember silam, tim Kemendagri menindaklanjuti laporan Pemprov Sulut dengan menurunkan tim investigasi dan verifikasi terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

Kesimpulan dari tim Kemendagri, menyatakan Bupati Kepulauan Talaud dinyatakan bersalah karena kunjungannya ke luar negeri tidak mempunyai izin atasannya.

Di awal tahun 2018 putusan pun mengemuka. Dia mendapatkan sanksi dari Mendagri. Nasi sudah menjadi bubur, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo menerbitkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara kepada Bupati Talaud itu.