Warga Langkat Manfaatkan Limbah Ranting Bambu jadi Karya Seni Unik

Warga Langkat Manfaatkan Limbah Ranting Bambu jadi Karya Seni Unik

Foto: Ilustrasi Repilka Sepeda yang Terbuat dari Bambu

Sipayo.com – Remaja asal Kabupaten Langkat memanfaatkan limbah ranting bambu yang tidak terpakai menjadi karya seni unik berbagai macam miniatur sepeda ontel dan becak. Karya seni yang tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun ini, ditangan Hariadi, disulap menjadi karya seni yang tidak ternilai harganya.

Remaja asal Desa Bajakuning, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, mampu membuat berbagai macam karya seni miniatur sepeda ontel dan becak, hanya dengan menggunakan pisau kater.

Karya yang dibuat Hariadi terbilang unik, sebab tidak menggunakan lem perekat untuk menyatukan repilka sepeda ontel. Dia hanya membuat lobang, di bagian bambu untuk mengatikan, dari satu lobang ke lobang yang lainnya.

Dengan terampilnya remaja yang hanya lulusan SMP ini, ia mampu menyiapkan tiga atau empat miniatur sepeda ontel setiap harinya, tergantung pemesanan dan tingkat kesulitan.

Akibat cuaca buruk, dirinya tidak bisa melaut. Disitulah ide kreatif itu tertuang olehnya, melihat banyaknya ranting bambu yang tidak terpakai di sekitar rumahnya. Dia pun mencoba bakat tersembunyi tersebut, tanpa bimbingan atau pun petunjuk dari Youtube, Hariadi mampu menciptakan karya tersebut seperti karya seni tangan terampil.

Dari hasil tangan terampilnya, sudah banyak karya seninya terjual dan di pesan oleh warga setempat. Bahkan sempat di pamerkan dalam ajang inovasi desa, di Kabupaten Langkat belum lama ini.

Di tangan pria pendiam ini sudah banyak miniatur yang dia ciptakan, seperti sepeda sambung, sepeda goyang, sepeda ontel, bahkan becak. Rencananya dia akan membuat replika pesawat, mobil dan sepeda motor gede (moge). Biasanya, miniatur yang ia buat dibanderol dengan harga Rp150 ribu.

Pembuat replika, Hariadi berharap kedepannya lebih banyak anak-anak di desa ini bisa menuangkan idenya yang dapat membuat nama desa bangga. Ia juga berkeinginan agar miniatur ontelnya bisa dipasarkan sampai ke luar daerah, bahkan sampai ke luar negeri.